Monday, 23 May 2022


Ini Prosedur Inaktivasi Virus PMK pada Olahan Sapi

09 May 2022, 15:37 WIBEditor : Gesha

Susu dan daging | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang biasanya menempel pada tubuh hewan ternak, seperti sapi, kerbau, kambing, babi, dan sebagainya. penyakit tersebut oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) dimasukkan sebagai penyakit hewan yang paling berbahaya dan masuk daftar A.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur beberapa hari lalu mengumumkan di Jawa Timur telah terjadi penyebaran PMK. Virus PMK sangat mudah menyebar dan melalui udara mampu menempuh jarak sekitar 200 kilometer.

Meskipun berbahaya bagi sesama hewan berkuku genap, virus PMK ini tidak menular ke manusia sehingga mengkonsumsi daging dan susu, tidak menularkan virus PMK dari hewan ke manusia. 

World Organization for Animal Health (OIE) membuat “pedoman” tentang prosedur menginaktivasi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam Terrestrial Animal Health Code (OIE 2022) untuk daging dan produk daging (8.8.31), wol dan rambut/bulu (8.8.32), bristles atau rambut/bulu dari babi (8.8.33), kulit (8.8.34), susu untuk konsumsi manusia (8.8.35),  susu untuk konsumsi hewan (8.8.36), kulit dan buku dari satwa liar yang peka terhadap PMK (8.8.37), usus ruminansia dan babi untuk pembungkus sosis atau “casing" (8.8.38). 

Di bawah ini prosedur inaktivasi virus PMK pada daging, susu, dan kulit.

Daging dan Produk Daging

Lakukan pemanasan dengan suhu internal daging minimal 70 derajat Celcius selama minimal 30 menit. Untuk pengalengan dengan proses sterilisasi komersial. Sterilisasi komersial dilakukan dengan pemanasan pada autoklaf atau retort dengan suhu minimal 121 derajat Celcius, tekanan 1 bar (15 psi) selama minimal 10 menit.

Untuk Pengeringan daging setelah penggaraman: daging telah dilayukan 24 jam (telah melalui rigor mortis), lalu diberi garam dan dikeringkan sampai aktivitas airnya (water activity) di bawah 0,85.

Berdasarkan proses di atas, maka virus PMK juga dapat inaktif pada sosis, dendeng, abon, dan bakso.

Susu

Susu telah mengalami pemanasan sterilisasi “ultra high temperature” (UHT) dengan suhu 132 derajat Celcius minimal selama 1 detik; atau Susu dipanaskan nendidih sambil diaduk minimal 5 menit

Untuk produk Yogurt, menurut studi, virus PMK dapat diinaktivasi dengan pH asam yogurt.

Untuk produk keju khususnga jenis keju Cheddar yang diedarkan di Indonesia adalah jenis keju Cheddar “Proses” artinya keju Cheddar murni yang dilumerkan kembali melalui pemanasan kemudian ditambahkan susu bubuk (skim) serta bahan lainnya sehingga virus PMK dapat diinaktivasi.

Kulit

Kulit diberi garam yang mengandung Natrium Karbonat 2% (Na2CO3) dan dibiarkan selama minimal 28 hari sebelum diedarkan.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018