Friday, 01 July 2022


Sembelih Tak Bisa Sembarangan, Ini Syarat Hewan Kurban saat Wabah PMK

19 May 2022, 20:52 WIBEditor : Gesha

Cara sembelih hewan kurban | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus membayangi menjelang Idul Adha 2022 mendatang. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) merilis syarat teknis Hewan Kurban yang bisa disembelih untuk syarat penyembelihan kurban. 

Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 03/SE/PK.30OM5/2022 Tentang Pelaksanaan Kurban Dan Pemotongan Hewan Dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku (Foot And Mouth Disease). SE ini menghimbau kepada gubernur, bupati/wali kota di seluruh wilayah di lndonesia dalam pelaksanaan kurban dan pemotongan hewan dalam situasi wabah PMK mengikuti panduan dalam Surat Edaran ini dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di wilayahnya.

Surat Edaran ini adalah untuk pencegahan penyebaran PMK dalam rangka pelaksanaan kurban yang memenuhi kaidah keagamaan dan pemotongan hewan untuk menghasitkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal.

Dalam surat edaran ini, disyaratkan hewan kurban harus memenuhi syariat lslam, administrasi, dan teknis. Untuk syarat sesuai syariat seperti sehat dan tidak cacat, seperti: buta, pincang, patah tanduk, putus ekomya atau mengalami kerusakan daun telinga, hewan juga tidak kurus, hewan harus berjenis kelamin jantan, tidak dikebiri, memiliki buah zakar lengkap 2 (dua) buah dengan bentuk dan letak yang simetris; dan cukup umur (yaitu kambing atau domba di atas 1 (satu) tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap; atau sapi/ kerbau di atas 2 (dua) tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap). 

Sedangkan syarat administrasi antara lain, hewan kurban harus memiliki Sertifikat Veteriner (SV) atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan oleh otoritas veteriner setempat. Hewan kurban harus dinyatakan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan hewan yang dihkukan oleh dokter hewan atau paramedik veteriner di bawah pengawasan dokter hewan berwenang.

Hewan kurban juga tidak menunjukkan gejala klinis PMK seperti lesi, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak termasuk lidah, gusi, hidung, dan teracak atau kuku; dan mengeluarkan air liur/lendir berlebihan.

Tempat Penjualan 

Dalam Surat Edaran Nomor: 03/SE/PK.30OM5/2022 Tentang Pelaksanaan Kurban Dan Pemotongan Hewan Dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku (Foot And Mouth Disease) juga dipaparkan kriteria tempat penjualan hewan kurban untuk mencegah meluasnya wabah PMK. 

Dimulai dengan lokasi Penjualan hewan kurban dilakukan di tempat yang telah mendapat persetujuan dari otoritas veteriner/dinas yang menyelenggarakan fungsi petemakan dan kesehatan hewan dan/atau' unsur pemerintah daerah setempat sesuai dengan kewenangannya.

Tempat penjualan juga memiliki lahan yang cukup sesuai dengan jumlah hewan, memiliki pagar atau pembatas atau dilakukan tindakan tertentu agar hewan tidak berkeliaran dan tidak memungkinkan hewan peka lain masuk ke tempat penjualan. Tersedia juga fasilitas untuk menampung limbah. Dimana, limbah tidak boleh dikeluarkan dari tempat penjualan sebelum dilakukan disinfeksi atau pemusnahan. 

Paling penting, tersedia fasilitas dan bahan untuk tindakan pembersihan dan disinfeksi terhadap orang, kendaraan, peralatan, hewan, serta limbah, tersedia tempat isolasi untuk hewan yang ditemukan terduga terjangkit PMK atau sakit. Dan tersedia tempat pemotongan bersyarat untuk hewan yang tidak dapat diobati atau hewan dalam kondisi ambruk. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018