Friday, 01 July 2022


Siaga PMK, Panitia Kurban Wajib Pahami Proses Penyembelihan

15 Jun 2022, 16:08 WIBEditor : Gesha

Panitia Kurban | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kesiapsiagaan dalam Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga harus dilakukan oleh panitia kurban menjelang Idul Adha tahun ini, khususnya di majelis masjid yang selalu mengadakan penyembelihan hewan kurban.

Kandang-kandang kambing dan beberapa patok untuk sapi sudah disiapkan Panitia Kurban di Mesjid Al Ikhlas, Perumahan Bukit Asri Ciomas, Bogor sejak akhir pekan lalu. Kandang-kandang ini nantinya akan diisi oleh kambing, domba maupun sapi kurban dari shohibul qurban di lingkungan perumahan untuk para mustahik. 

"Sepertinya tahun ini akan lebih banyak kambing daripada sapi. Kemarin sempat ngobrol dengan shohibul qurban, mereka lebih memilih kambing untuk perorangan. Kalau sapi, mereka pada takut karena ada penyakit (PMK). Daripada tidak halal, lebih baik ambil kambing katanya," ungkap Ketua DKM Al Ikhlas, Udjianto.

Dirinya menambahkan proses penyembelihan pun akan berlangsung seperti biasa nantinya, hampir serupa seperti saat pandemi. "Kita batasi panitia kurban dan yang nontonnya. Kalau harus ada cara-cara tersendiri dalam penyembelihan terkait PMK itu, kita belum dapat sosialisasinya," ungkapnya.

Padahal, Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 03/SE/PK.30OM5/2022 Tentang Pelaksanaan Kurban Dan Pemotongan Hewan Dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku (Foot And Mouth Disease). SE ini menghimbau kepada gubernur, bupati/wali kota di seluruh wilayah di lndonesia dalam pelaksanaan kurban dan pemotongan hewan dalam situasi wabah PMK mengikuti panduan dalam Surat Edaran ini dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di wilayahnya.

Dalam surat edaran tersebut diterangkan bahwa panitia kurban harus bertanggungjawab dan mengawasi proses pemotongan hewan kurban serta penanganan daging, jeroan, dan limbah. Termasuk dalam mendistribusikan daging dan jeroan dalam waktu kurang dari 5 (lima) jam serta melakukan pembersihan dan disinfeksi terhadap tempat pemotongan, seluruh peralatan yang kontak, dan petugas setelah proses pemotongan. Paling penting, melaporkan kepada dinas yang menyelenggarakan fungsi petemakan dan kesehatan hewan, jika ditemukan hewan sakit atau diduga sakit.

Tak hanya itu, panitia kurban juga harus mengajukan permohonan perselujuan tempat pemotongan hewan kurban kepada pemerintah daerah kabupaten/kota. Desinfeksi juga wajib dilakukan Panitia kurban terhadap kendaraan pengangkut hewan saat kedatangan dan sebelum meninggalkan tempat pemotongan hewan kurban. Disinfeksi pada saat kedatangan dilakukan dengan cara penyemprotan pada roda kendaraan pengangkut, bak pengangkut, dan hewan. Disinfeksi pada saat meninggalkan tempat pemotongan hewan kurban dilakukan pada seluruh bagian kendaraan.

Panitia kurban juga melaporkan kepada otoritas veteriner setempat/dinas yang menyelenggarakan fungsi petemakan dan kesehatan hewan secara langsung dari setiap kedatangan hewan kurban sekurang-kurangnya menginformasikan jenis, jumlah, dan asal hewan; dan jika menemukan hewan sakit atau diduga sakit. Hewan kurban yang diterima oleh panitia kurban harus sehat yang dibuKikan dengan dengan SKKH atau SV dari daerah asal.

 Jika terdapat hewan yang menunjukkan gejah sakit atau diduga sakit, panitia kurban segera melaporkan kepada oloritas veteriner setempavdinas yang menyelenggarakan fungsi petemakan dan kesehatan hewan agar segera menugaskan dokter hewan dan paramedik veteriner untuk melakukan penanganan/ pengamatan hewan kurban atjau mendiagnosa dan menangani hewan kurban yang sakit atau diluga sakit.

Panitia kurban hanya boleh memotong hewan yang sehat dan memenuhi persyaratan dan dilarang memotong hewan sakit atau diduga sakit tanpa persetujuan dan pengawasan dokter hewan yang ditunjuk oleh otoritas veteriner setempaudinas yang menyelenggarakan fungsi petemakan dan kesehatan hewan. Hewan yang sakit atau diduga sakit yang direkomendasikan unfuk dilakukan pemotongan mengikuti p@sedur pemotongan bersyarat.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018