Thursday, 30 June 2022


Kenal Lebih Dekat Loka Kambing Potong Sei Putih

17 Jun 2022, 14:51 WIBEditor : Herman

Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih | Sumber Foto:Istansu

TABLOIDSINARTANI.COM, Sei Putih --- Sebagai pusat penelitan kambing potong di Tanah Air, Loka Penelitian Kambing Potong di Sei Putih, Sumatera Utara terus berkembang pesat, Berbagai komoditas unggulan terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak di Indonesia.  

Perjalanan panjang Loka Penelitian Kambing Potong di Sei Putih berawal dari kerjasama Penelitian Pemerintah Indonesia dengan SR-CRSP(AS) pada tahun 1985-1993 dalam bidang Pemuliaan, Nutrisi, Sosiolog Pedesaan dan Ekonomi Pertanian dengan nama Sub Balai  Penelitian Ternak - Sei Putih.

Lebih lanjut Kepala Loka Dr Ir Fera Mahmilia,MP di dampingi kepala kerjasama Muhammad Syawal SPt,MSi kepada Tabloid Sinar Tani, menyampaikan tahun 1993-2001 perubahan nomenklatur Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. Selanjutnya pada tahun 2002-2022 ini ditetapkan mejadi Loka Penelitian Kambing Potong.yang merupakan jajaran Balitbangnak Kementerian Pertanian. . 

Berusia 37 tahun banyak perubahan yang mendasar baik dari pengelolaan maupun SDM di Loka Penelitian kambing Potong Sei Putih.  Saat ini terdapat 113 personil yang terdiri dari ASN dan Honorer dan telah banyak  SDM yang mencapai gelar Doktor ( S3) Peternakan.

 

Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih memiliki visi Menjadi Institusi Penelitian Komoditas  Kambing yang bertaraf Internasional". Sedangkan Misi Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih adalah  Melaksanakan eksplorasi,, pelestarian dan pemanfaatan plasma nutfah kambing potong. Melaksanakan penelitiann pemuliaann, reproduksi, dan nutrisi kambing potong. 

Melaksanakan penelitian komponen teknologi sistem dan usaha agribisnis kambing potong.Memberi pelayanan teknik  bududaya kambing potong. Dan Melaksanakan kegiatan kerjasama penelitian kambing potong, memberi informasi inovasi teknologi dan mendokumantasi dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian.

Fera menyampaikan Loka Penelitian Kambing Potong memiliki tiga komuditas unggulan yang sudah disalurkan ke 20 Provinsi di Indonesia yaitu Kambing pedaging Boerkagalaksi agrinak, yang merupakan perkawinan kambing Boer dari luar negeri dengan kambing lokal kambing kacang atau kambing jawa.hal ini cukup baik sebagai kambing penghasil daging,sehingga kedepannya kebutuhan akan daging akan terpenuhi bila ini menjadi skala prioritas.Komuditi unggulan

Tanaman Indogofera sp merupakan tanaman yang mengandung protein tinggi baik untuk penggemukan ternak,memiliki tingkat kecernaan cukup tinggi,dilihat dari bahan kering 59,98 ?n bahan organik 61,62 % kemudian baik dikonsumsi bahan segar,1 – 2 kg/ekor/hari,produksi 52 ton/hektar segar.komudit inggulai

Dan Rumput Stenotaphrum secundatum, rumput yang tahan naungan sehingga ini sangat cocok ditempat perkebunan sawit. Rumput ini dapat memhasilkan produksi bahan kering 5 ton/ha/tahun karena rumput ini ringan dan merambat. Dalam pemiliharaan padang pengembalaan 1 – 7 ekor/ha sapi mampu menaikkan bobot badan 400-1000 kg. Dan tanaman ini akan menurunkan produksi bila ditanam pada lahan tanpa naungan atau terbuka.

Terkait tentang adanya usulan ketua KTNA Labuhan Batu Selatan, Syahdian Purba SH yang juga wakil ketua DPRD Labuhanbatu Selatan atas permohonan kelompok tani Rimba Raya untuk bantuan bibit hijauan makan ternak ruminansia serta.bantuan ternak kambing serta pendampingan, Kepala Loka Penelitian Kambing Potong Dr Ir Fera Mahmilia,MP siap membantu.

Kami siap membantu petani dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan untuk mengembangkan ternak Ruminansia kecil disana,” tegas Fera..

Mendengar informasi kesiapan Loka Peneliatan Kambing Potong Sei Putih, Ketua KTNA Labuhanbatu Selatan,Syahdian Purba SH yang juga di dampingi Staf Ahli DPRD Dwi Zatmiko SH,MH saat ditemui Tabloid Sinat Tani di sekretariat KTNA Kec Torgamba Labusel, mengatakan siap memenuhi persyaratan ketentuan yang berlaku di Loka/

“Denan adanya Loka Penelitian Kambing Potong yang satu satunya di Indonesei, kiranya Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara menjadikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan menjadi tempat percontohan pemeliharaan integrasi Ternak ruminansia dengan perkebunan, karena ada sekitar 35 perkebunan BUMN dan Swasta/Rakyat,” tambah Syahdian.

Reporter : Istansu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018