Monday, 08 August 2022


Mahasiswa Polbangtan Bogor, Aktif Turun Lapangan Cegah PMK

20 Jul 2022, 16:40 WIBEditor : Gesha

Mahasiswa Polbangtan Bogor melakukan pengawasan PMK | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Sebanyak 10 orang mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem pekan lalu. Pemeriksaan ante mortem merupakan pemeriksaan hewan yang dilakukan sebelum hewan dikurbankan.

Seperti yang dilakukan Jumadil Patria, salah seorang mahasiswa yang melakukan pemeriksaan di 7 lokasi wilayah cakupan Kota Bogor, yaitu Kecamatan Bogor Timur, Kecamatan Bogor Utara, Kecamatan Bogor Selatan, Kecamatan Bogor Tengah, Kecamatan Bogor Barat, dan Kecamatan Tanah Sereal. 

Mahasiswa tingkat 3 program studi Kesehatan Hewan ini dikerahkan untuk mengecek, mendeteksi, dan mengeliminasi kelainan dari karkas, mendeteksi pemotongan halal dan higienis dari lubang jugularis, esophagus dan pernafasan dengan menggunakan prinsip yang harus dilakukan.

Dirinya menambahkan, pemeriksaan ini dilakukan pada beberapa bagian hewan, utamanya hewan kurban. “Dilakukan pemeriksaan fisik pada berbagai sisi seperti pada bagian dubur, pemeriksaan gizi, moncong kering, saliva mulut, kondisi feses, suhu, nadi, dan pernafasan. Hal tersebut dilakukan dalam mendeteksi infeksi patogen yang terjadi”, ujarnya.

Upaya pencegahan PMK ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginstruksikan kepada seluruh Unit Pelaksana Tugas di bawah Kementerian Pertanian untuk melakukan langkah-langkah konkrit seperti pengobatan, pemberian vitamin, vaksinasi dan kegiatan penyuluhan sebagai tindakan preventif virus PMK.

Menteri Pertanian (Mentan) terus mendorong seluruh jajarannya untuk mengadakan kegiatan kolaboratif dengan berbagai pihak sebagai langkah preventif dan kuratif atas adanya penyebaran wabah PMK di berbagai daerah.

“Pemerintah langsung bergerak cepat dengan memberikan bantuan obat, antibiotik, dan vitamin. Meski angka kematian cukup rendah tidak membuat pemerintah menyepelekan PMK. Saya memerintahkan seluruh jajaran hingga tingkat daerah meningkatkan pengawasan”, ujar Mentan.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, dalam penanganan PMK perlu juga dilakukan sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat agar tidak panik dengan informasi yang simpang siur.

“Kewaspadaan dan disiplin kita semua memegang peranan penting dalam pencegahan penularan PMK ke tempat yang masih sehat. BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge dalam upaya penanggulangan PMK. Hal tersebut guna meningkatkan kompetensi pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran", papar Dedi.

Dedi juga mengungkapkan bahwa seluruh komponen di bawah BPPSDMP wajib turun, terutama tenaga medik dan paramedik dalam menanggulangi wabah PMK.

Reporter : Ardianinda Wisda
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018