Wednesday, 10 August 2022


Kunjungi Pabrik Pakan Japfa, SYL Minta Industri Serap Jagung Petani

26 Jul 2022, 14:08 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat menyaksikan MoU dengan PT. Japfa di Grobogan | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Grobogan---Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkunjung kunjungan ke pabrik pakan PT. Japfa Grobogan, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur Sulsel dua periode itu meminta industri serap jagung petani.

Guna memperkuat kerja sama pemberdayaan peternakan rakyat dan menjamin kestabilan harga jagung petani hingga akselerasi ekspor, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA).

SYL mengatakan, pakan ternak menjadi bagian penting untuk bisa mempertahankan akselerasi atau peningkatan ternak ayam, khususnya DOC maupun berbagai bagian yang bisa ditumbuhkan.

"Hari ini saya bersama ibu Bupati Grobogan, Presiden dan Direksi PT Japfa mencoba memantapkan lagi langkah-langkah yang makin intensif antara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian bersama PT. Japfa untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan,” kata SYL.

Menurut SYL, penguatan sinergitas dengan PT. Japfa sangat penting sebagai sebuah perusahaan nasional yang sangat besar memperhatikan semua kegiatan peternakan rakyat dan sekaligus sebagai pelaku ekspor.

Bagi Kementan SYL mengakui, eksistensi PT. Japfa pun sangat penting untuk menyerap semua jagung petani yang ada di seluruh Indonesia, khususnya yang ada di Grobogan. "Karena itu tadi ada penandatangan memorandum of understanding yang kesekian kalinya dengan PT. Japfa,” katanya.

Setidaknya ada empat tujuan MoU. Pertama, agar industri menerima jagung rakyat terutama di Kabupaten Grobogan. Kedua, menjaga dan mengantisipasi pengaruh inflasi atau penurunan atau kenaikan inflasi dari ternak ayam dan telur. Ketiga, jagung dalam negeri untuk substitusi bahan baku impor pakan ternak. Keempat, untuk mengakselerasi ekspor.

Katakanlah produksi ayam yang selama ini dilakukan afkir setiap tahun kurang lebih 3 miliar ekor lebih, itu harus bisa kita jadikan ayam karkas yang bisa diekspor. Tentu kalau sudah melebihi kebutuhan secara nasional," pinta SYL.

Sementara itu, Presiden Komisaris JAPFA, Syamsir Siregar mengatakan, sebagai perusahaan perunggasan yang menawarkan solusi total dan sudah beroperasi selama lebih dari 50 tahun, pihaknya terus berkomitmen dan berkontribusi pada pengembangan peternakan nasional.

Nota kesepahaman ini merupakan bagian dari komitmen untuk pemberdayaan peternakan rakyat. Saat ini JAPFA telah bermitra dengan lebih dari 13 ribu peternak yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan adanya Nota Kesepahaman ini, JAPFA akan memberikan pendampingan dalam pengembangan peternakan modern, termasuk pengembangan peternakan ayam metode closed loop. “Kamu akan memberikan dukungan dan fasilitas dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di industri peternakan," sebutnya.

Selain itu, ungkap Syamsir, menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan ekonomi peternak melalui jejaring kemitraan usaha dan pemasaran. Selain itu, pengembangan dan pemanfaatan informasi pasar bagi produk yang dihasilkan peternak.

Reporter : julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018