Selasa, 13 Januari 2026


Tambah Produktivitas Ternak dengan Konsentrat Bahan Baku Lokal

08 Agu 2022, 11:47 WIBEditor : Gesha

Bersama peternak untuk ransum bahan lokal

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA --- Pemilihan jenis pakan yang tidak tepat akan berakibat pada kurang optimalnya produktivitas dan pemborosan biaya usaha. Sayangnya, kontinuitas pakan masih menjadi masalah di peternakan rakyat. Akibatnya, ternak tidak dapat menunjukkan potensi genetiknya secara optimal. Karena itu, konsentrat bahan baku lokal bisa menjadi alternatif utama.

"Peternak seringkali memberikan pakan sesuai dengan apa yang ada atau pakan yang berkualitas rendah sehingga jauh dari kecukupan nutrien," ungkap peneliti pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan (BPTP Sumsel). 

Evi menambahkan, pemberian pakan yang kurang kualitas dan kuantitas dalam waktu yang cukup lama akan berpengaruh negatif pada produktivitas ternak, karena pakan adalah sumber energi untuk pertumbuhan ternak, sehingga semakin baik kulitas pakan dan tercukupinya kuantitas pakan maka semakin besar energi tersimpan dalam bentuk daging. "Peternak umumnya hanya memberikan rumput sebagai pakan tunggal dan sangat jarang memberikan konsentrat ataupakan tambahan lain," tambahnya.

Seperti halnya manusia, ternak juga membutuhkan beberapa sumber nutrisi dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya yaitu sumber protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin. Pemberian pakan hanya dengan satu jenis pakan tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bagi ternak sapi.

"Biaya pakan adalah pos biaya yang cukup tinggi, mencapai 60-70?ri komponen biaya produksi. Jika peternak harus mengeluarkan biaya untuk pembelian konsentrat yang relatif mahal, artinya biaya pakan akan semakin besar. Perlu dicarikan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini," ungkapnya. Diakuinya, memelihara ternak hanya cukup kenyang bagaikan buah simalakama. Mengenyangkan tapi pendapatan peternak kurang maksimal karena menambah konsentrat berarti mengurangi pendapatan. 

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menekan biaya produksi tersebut adalah dengan membuat pakan konsentrat sendiri. Pembuatan pakan konsentrat dapat dilakukan dengan teknik yang sederhana dengan memanfatkan sumber-sumber bahan baku lokal. 

Seperti diketahui, Provinsi Sumatera Selatan memiliki lahan perkebunan kelapa sawit dan pertanian yang cukup luas. Limbah perkebunan dan pertanian memiliki potensi sebagai sumber protein dan sumber energi yang dibutuhkan oleh ternak. Limbah tersebut diantaranya dedak dan bungkil kelapa sawit. Dedak diperoleh dari hasil sampingan penggilingan padi, dan bungkil sawit banyak dihasilkan oleh pabrik pengolahan sawit  dengan kandungan proteinnya cukup tinggi.

Dengan berbekal dua bahan pakan tersebut, Evi kemudian mengambil sampel dan menganalisa kandungan proksimatnya.  Berdasarkan hasil analisa proksimat tersebut, maka disusunlah formulasi konsentrat dengan komposisi dedak padi sebanyak 50%, bungkil kelapa sawit sebanyak 48,5%, garam sebanyak0,5%, CaCo3 sebanyak 0,7?n molases sebanyak 0,3%. Konsentrat tersebut memiliki kandungan protein kasar sebesar 14,67%, lemak kasar 3,54?n kadar air 9,38%.  

Hasil yang diperoleh kemudian diujicobakan langsung dilokasi pendampingan BPTP Sumatera, yaitu di SPR Maju Bersama, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin  pada 40 ekor sapi Bali bakalan selama tiga bulan dengan cara menambahkan konsentrat pada rumput segar dengan imbangan 70%:30%.

Campuran ransum tersebut kemudian diberikan sebanyak 3%  dari bobot badan sapi dalam bentuk Bahan Kering (BK). Jika rata-rata bobot badan sapi  250 kg,  maka kebutuhan konsentrat per hari adalah 5,25 kg. Biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg konsentrat adalah Rp. 1800,00 jauh lebih ekonomis dibandingkan konsentrat komersial sekitar Rp. 3000,00, maka peternak dapat menghemat Rp. 6300,00 per hari.

Penambahan konsentrat juga memberikan angka Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) lebih tinggi yaitu 0,63 kg/ekor/hari dibandingkan kontrol yang hanya memberikan angka pBBH sebesar 0,26 kg/ekor/hari.

Jika harga daging sapi berdasarkan bobot hidup sekitar Rp. 61.000,00, maka pendapatan dari penjualan sapi per ekor per bulan yang diberikan tambahan konsentrat sebesar Rp. 760.417,87 sedangkan pendapatan penjualan sapi dengan pakan tunggal sebesar Rp. 232.236,82 atau ada selisih pendapatan sebesar Rp. 528.181,05. Salah satu keunggulan dari konsentrat ini adalah bahan penyusunannya sedikit sehingga mudah dilakukan  sendiri oleh peternak.

 

Reporter : Aulia Evi Susanti
Sumber : BBP2TP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018