Sabtu, 01 Oktober 2022


Pelatihan Breeding Kambing-Domba Disambut Antusias Peternak

14 Agu 2022, 17:56 WIBEditor : Gesha

Pelatihan Breeding Kambing dan Domba | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Ternak kambing/domba merupakan komoditas di sektor pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena permintaannya di masyarakat terus meningkat. Namun yang disayangkan, usaha bisnis kambing/domba masih terkendala oleh kurangnya ketersediaan ternak bakalan di pasaran. Karena itu kegiatan usaha breeding (pembibitan) kambing/domba dinilai peternak perlu digiatkan. 

Betapa peternak kambing/domba kini begitu haus akan ilmu menyangkut usaha breeding tergambarkan manakala Reporter Sinar Tani mengikuti langsung kegiatan pelatihan breeding yng digelar secara swadaya oleh peternak di kawasan Kabupaten Bogor Jawa Barat, Sabtu (13/08).

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari (13 dan 14 Agustus 2022) mengambil tema “ Peningkatan Efisiensi Reproduksi Domba/Kambing melalui Pelatihan Sinkronisasi Birahi, IB dan PKB” , dipusatkan di pelataran Peternakan Domba “Farmstory” yang berlokasi di Kampung Pasarean, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Sebelas peternak yang menjadi peserta pelatihan tampak begitu antusias mengikuti tahapan kegiatan teori dan praktek . Adapun materi pelatihan meliputi pengenalan dasar reproduksi dan praktek reproduksi, sinkronisasi birahi, penampungan sperma dan prosesing semen cair serta menyangkut kegiatan inseminasi buatan (IB) ,pemeriksaan kebuntingan ( PKB) dan USG.

Praktisi pembibitan ternak yang juga penggagas kegiatan pelatihan, Ir Sugiono, mengemukakan bahwa pihaknya menyelenggarakan pelatihan reproduksi kambing/domba guna memenuhi permintaan peternak yang ingin lebih fokus bergerak ke usaha breeding kambing/domba. Kegiatan pelatihan sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali dan menurut rencana masih akan berlanjut dilaksanakan di wilayah lain seperti di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Dalam melaksanakan kegiatan pelatihan ini Sugiono yang Mantan Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan menggandeng para ahlinya langsung yakni Dr.drh H Amrozi PhD dan Bondan Achmadi keduanya dari Fakultas Kedakteran Hewan IPB University. “Kami berkeinginan kegiatan pelatihan ini bisa berkelanjutan sehingga semakin banyak peternak yang mahir dalam melaksanakan kegiatan IB dan populasi kambing/domba cepat meningkat untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar yang terus naik,” jelas Sugiono.

Harus Intensif

Dalam paparannya, Drh Amrozi antara lain mengemukakan bahwa dalam melaksanakan kegiatan breeding, usaha pemeliharaan ternak hendaknya dilakukan secara intensif. Indukan kambing/domba sebaiknya tak lagi diumbar tetapi ditempatkan di kandang-kandang khusus yang nyaman dan dijamin kebersihannya.

Indukan dipantau dan dipersiapkan sedemikian rupa sehingga benar-benar siap untuk menjalani kegiatan IB. Teknologi IB, menurut Amrozi, diaplikasikan karena melalui teknologi ini peternak bisa dengan cepat meningkatkan populasi ternak di farmnya serta efisiensi usaha bisa dicapai.

Dengan menerapkan cara IB ,peternak bisa berhemat karena berarti tak perlu lagi memelihara banyak pejantan. “Dengan menguasai ilmu melaksanakan IB, peternak juga berkesempatan mendapatkan anak kambing/domba kembar. Ini tentu akan menguntungkan mereka,” jelasnya.

Terkait kegiatan IB tentunya peternak harus mahir dalam melakukan beberapa hal seperti mengetahui kapan ternak dalam kondisi birahi, kapan saatnya melakukan penyuntikan hormon dan kapan saatnya melakukan penampungan sperma serta melaksanakan IB ke indukan.

Peternak juga harus mengetahui bahwa indukan yang akan di IB harus dipersiapkan secara khusus termasuk dalam hal asupan pakan yang bergizi yang cukup mineral dan protein serta perlu juga ada tambahan vitamin E.

Amrozi berharap,setelah mengikuti pelatihan dan menerapkan langkah-langkah sesuai yang diajarkan dipeternakannya secara berulang ,peternak akan semakin mahir dalam melaksanakan kegiatan IB dan peningkatan populasi bisa cepat digapai.

H Mamak Abdul Malik, peternak domba yang juga pemilik peternakan domba FarmStory mengatakan sangat senang bisa menjadi peserta pelatihan bersama anaknya, Eko yang kini dipercaya menjadi pengelola peternakannya.

Dengan makin piawai dalam melaksanakan kegiatan IB ia berharap bisa cepat dan lebih banyak memproduksi ternak bakalan karena saat ini dirasakan semakin sulit mendapatkan ternak bakalan berkualitas di pasaran.

“Untuk mendukung bisnis akikah yang kami jalankan, setiap hari kami membutuhkan banyak ternak domba bakalan . Selama ini kami lebih banyak mencari ke pasar hewan padahal dari pasar hewan itu tidak dijamin kami mendapatkan ternak yang sehat secara fisik, “ ujarnya.

Yang terpenting lagi, menurut H. Malik, dengan menerapkan cara IB pihaknya berharap ternak indukannya bisa lebih sering bunting dan menghasilkan lebih banyak anak kembar. “Sekarang ini dua tahun paling hanya tiga kali beranak. Dengan cara IB kami bisa berharap indukan kami bisa beranak empat kali dalam dua tahun,” tuturnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018