Sabtu, 01 Oktober 2022


Ayam Sehat Dimulai dari Kandang

15 Sep 2022, 11:10 WIBEditor : Yulianto

Webinar Bimtek Sinar Tani: Ayam Sehat Dimulai dari Kandang | Sumber Foto:Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kondisi cuaca yang kini tak menentu berdampak pada usaha peternakan unggas, khususnya ayam, terutama mempengaruhi penyebaran penyakit dan kesehatan unggas. Beberapa penyakit akan muncul, baik disebabkan bakteri, virus maupun parasit muncul.

Peternak pun harus bisa menyiasati situasi saat ini. Kondisi Kandang bisa menjadi pertahanan pertama dalam pengendalian wabah penyakit. Medik Veteriner Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Imas Yuyun mengatakan, untuk menghasilkan daging ayam sehat, pemerintah telah menetapkan standar yakni good farm practices.

“Dalam manajemen kesehatan hewan harus ada seleksi DOC sesuai SNI, biosekurti dan vaksinasi,” kata Imas saat WEBINAR BIMTEK: AYAM SEHAT DIMULAI DARI KANDANG yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani pada Kamis (15/9).

Untuk menghasilkan ayam yang sehat, menurut Imas, harus berasal dari bibit yang sehat. DOC (day old chick) sehat berasal dari unit usaha yang telah mendapatkan kompartemen bebas AI, bibit ayam juga terlihat sehat dan bergerak aktif.

Selain DOC, Imas mengingatkan, juga harus diperhatikan pemilihan betina (indukan) dan jantan (pejantan). Betina dan jantan yang baik berasal dari tetua yang memiliki produktivitas, fertilitas, dan daya tetas telur tinggi. “Umur betina minimal lima bulan dan jantan minimal delapan bulan,” ujarnya.

Peternak juga wajib menerapkan biosecurity untuk menjamin kesehatan ayam. Ada dua jenis biosecurity yakni bio-exclusion yakni  mencegah agen penyakit masuk ke dalam peternakan dan bio-confinement dengan mencegah agen penyakit menyebar di dalam peternakan. “Penerapan biosecurity dilakukan di tiga area yakni area kotor, area bersih dan area transisi,” katanya.

Penerapan biosecurity ada tiga prinsip yang perlu mendapat perhatian. Pertama, isolasi dengan memisahkan hewan sehat dan sakit, bisa juga dengan mengelompokkan besar kecil ayam. Kedua, sanitasi dengan membersihkan dan disinfeksi. Ketiga, pengaturan perpindahan, baik orang, benda dan hewan.

Setelah biosecurity, Imas menegaskan, ternak ayam juga harus divaksin untuk merangsang pembentukan sistem kekebalan atau antibodi terhadapa penyakit tertentu. Dalam memberikan vaksin juga harus memperhatikan, suhu, dosis, tekniknya, usia pemberian vaksin, manajemen stress dan peralatan juga harus sesuai. “Sebaiknya vaksin pagi hari dan jangan siang, karena bisa membuat ayam stress,” tambahnya.

Kondisi Kandang

Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), Sugeng Wahyudi juga mengakui bahwa kondisi kandang sangat mempengaruhi kesehatan ayam. Saat ini ada tiga jenis kandang yang diusahakan peternak yakni, open house, semi close house (modifikasi) dan close house.

Kandang yang baik adalah yang memberikan perlindungan ayam dari perubahan cuaca, perlindungan dari gangguan binatang. Jadi kata Sugeng, secara singkat kandang harus mempunyai kemampuan untuk memanipulasi kondisi lingkungan dalam kandang sesuai kebutuhan ayam.

“Dalam usaha peternak ayam tidak cukup hanya memilih DOC yang baik, tapi persiapan kandang juga sangat penting. Peternak harus selalu mengontrol kondisi kandang, terutama kebersihannya,” katanya mengingatkan.

Sugeng memperkirakan biaya untuk membuat kandang close house sebesar Rp 100-120 ribu/ekor. Jika jumlah bibit ayam 2.000, maka diperlukan biaya Rp 2 miliar. Dengan kreatifitas, kini banyak peternak membuat semi close house dengan memodifikasi kadang open house, tanpa mengurangi keyamanan ayam. Biayanya sekitar Rp 40-50 ribu/ekor.

Sementara itu Wakil Ketua Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi), Andi Wijanarko mengatakan, untuk membuat ayam tetap sehat, DOC dan kandang harus memenuhi standar. Begitu juga dalam pemeliharaan harus sesuai dengan good farming practices.

Untuk menjaga kesehatan ayam, Andi menjelaskan, sebaiknya menggunakan antimikroba dan obat hewan yang sudah teregistrasi untuk menjamin mutu, khasiat dan keamanan. “Antimikroba dalam perolehannya harus dengan resep dokter hewan. Waktu henti obat juga agar diperhatikan untuk menghindari residu pada daging ayam,” ujarnya megingatkan.

Dalam pemberian antimikroba, Andi mengingatkan, hanya boleh diberikan dengan dosis terapi. Karena itu, ayam yang diberikan antimikroba harus sesuai diagnosa dokter hewan dan pemberian harus sesuai dosis yang telah ditetapkan.

Cegah Ayam Stress

Anggun Pasini, Manager Farm Naratas Poultry Grup mengatakan, saat ini ayam broiler mengalami perkembangan cukup pesat, bahkan ada yang bisa mencapai berat 2 kg dalam 32-33 hari. Namun demikian, pertumbuhan ayam broiler dipengaruhi genetik dan lingkungan yaitu, kesempatan bagi ayam untuk menghasilkan performa yang baik.

“Ketika ayam genetik yang baik, tapi lingkungan tidak mendukung tidak akan menghasilkan pertumbuhan ayam yang baik,” katanya. Apalagi lanjut Anggun, ayam broiler mudah stress sehingga dapat menurunkan produksi.

Umumnya penyebab ayam stress akibat kondisi cuaca yang ekstrim dan curah hujan tinggi. Jika flukuatif cuaca tinggi menyebabkan ayam pada siang hari kepanasan, sedangkan saat malam kedinginan. Hal ini karena tubuh ayam tidak mudah beradaptasi dengan cepat.

Cara menghindari ayam stress, Anggun mengatakan, peternak harus membuat comfert zone. Jika ayam dalam comfert zone, maka pertumbuhannya akan baik dan tingkat kematiannya rendah. Pada akhirnya meningkatkan populasi dan meminimalisasi ayam terkena penyakit.

“Bagaimana menciptakann comfert zone, salah satunya dengan tipe kandang closed house,” ujarnya. Kandang closed house akan menyediakan suhu dan kelembaban ideal bagi ayam, sehingga meminimalisasi ayam stress akibat perubahan lingkungan.

Dengan sistem closed  house, menurut Anggun, peternak akan mudah mengontrol suhu sesuai kondisi cuaca yang ada. Jadi, untuk menghasilkan ternak ayam yang sehat, maka kuncinya adalah sistem perkandangan yang baik, biosecurty dan manajemen perkandangan.  

Bagi Sahabat Sinar Tani yang ingin mendapatkan materi dan e sertifikat webinar bisa diunduh pada link di bawah ini.

Link Materi: Materi Webinar Ayam Sehat Dimulai dari Kandang

Link E Sertifikat : E Sertifikat Webinar Ayam Sehat Dimulai dari Kandang

Link SINTA TV :

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018