Sabtu, 01 Oktober 2022


MUNAS IV GOPAN, Peternak Ayam Sepakat Bangkit Bersama untuk Lebih Kuat

22 Sep 2022, 08:40 WIBEditor : Gesha

Peternak Ayam yang tergabung dalam GOPAN | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) IV GOPAN dan Sarasehan Perunggasan Nasional, Rabu-Kamis (21-22 September 2022). Dalam kegiatan tersebut peternak ayam sepakat untuk bangkit bersama untuk lebih kuat menghadapi bisnis perunggasan. 

“Peternak rakyat akan selalu ada dan tetap ada. Peternak harus bersatu padu dan bergandengan tangan untuk bisa memengaruhi kebijakan pemerintah agar berpihak kepada peternak,” ajak Ketua Umum GOPAN, Herry Dermawan yang kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga 2025. 

Diakuinya, perhatian pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan bahkan Badan Pangan Nasional (Bapanas/National Food Agency) yang berpihak ke peternak rakyat. Sayangnya, implementasi aturan aturan perunggasan tersebut masih belum dirasakan signifikan oleh peternak ayam. 

Karenanya, sebagai ajang silaturahmi antar anggota GOPAN dan stakeholder perunggasan lainnya, MUNAS GOPAN IV kali ini mengangkat tema ‘Bangkit Bersama, Bangkit Lebih Kuat’, dimana semua pihak saling bersinergi untuk memperbaiki keadaan bisnis perunggasan. 

Dengan mengundang pakar dari Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) dan Dewan Pakar GOPAN yang juga tokoh nasional Pertanian Indonesia, Prof Bustanul Arifin dalam Sarasehan Perunggasan Nasional, pelaku perunggasan yang juga anggota GOPAN mendapatkan semangat dan optimisme baru untuk bangkit lebih kuat menata industri perunggasan Nasional. 

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional (BPN), I Gusti Ketut Astawa mengatakan, BPN menyusun Peta Jalan Ekosistem Perunggasan Bagi Peternak Mikro dan Kecil melalui skema close loop ekosistem perunggasan. Ekosistem Perunggasan Hulu-Hilir pada intinya mengatur penugasan BUMN Pangan untuk menyediakan pakan, DOC, offtaker bagi live bird hasil peternak mikro dan kecil, ditambah dengan kerja sama yang kuat antara Peternak mikro dan kecil dengan BUMN Pangan serta dukungan HIMBARA dari Hulu dan Hilir; hingga Outlet penyaluran dihubungkan dengan pengurangan stunting dan lain-lain.

“Mari kita melakukan mitigasi masalah bersama-sama sekaligus mencari solusi untuk menghadapi tantangan ke depan yang lebih ketat. Melalui kolaborasi kita bisa meminimalkan problem yang dihadapi,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pakar GOPAN, Prof Bustanul Arifin mengatakan, peternak harus melakukan transformasi bisnis menuju integrasi horizontal. Peternak mandiri harus membentuk koperasi peternak atau bergabung dengan koperasi peternak yang sudah ada, dan bahu membahu meningkatkan kinerja koperasi. “Prinsip koperasi: Satu kabupaten, satu koperasi primer,” katanya.

Prof Bustanul melanjutkan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi memfasilitasi suatu konsolidasi perusahaan pakan mandiri, parent stock mandiri, sarana-prasarana mandiri dalam suatu korporatisasi petani, dan bersinergi dengan koperasi peternak.

“Integrasi horizontal peternak mandiri perlu berposisi untuk hidup berdampingan dengan integrator vertikal dalam membangun industri perunggasan yang tangguh, berintegritas dan berdaya saing, menembus pasar global dan berkompetisi sehat,” tandas Tenaga Ahli Utama KSP (Kantor Staf Presiden) ini.

Dalam kegiatan ini pula dilakukan kampanye makan ayam dan telur oleh DPP GOPAN dan Dewan Pakar sebagai bentuk dukungan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat gizi ayam dan telur bagi kesehatan diantaranya sebagai sumber protein untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan. Selain itu, ayam dan telur merupakan sumber protein dengan harga yang terjangkau dan berkualitas.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018