Sabtu, 24 Februari 2024


Kemarau Panjang, Waspadai Ternak Kena Malnutrisi

21 Agu 2023, 16:35 WIBEditor : Gesha

Sapi kuurus menjadi salah satu tanda kekurangan nutrisi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dengan panjangnya musim kemarau yang sedang melanda, para peternak harus semakin waspada akan ancaman malnutrisi yang mengintai ternak mereka. 

Kemarau tak berkesudahan dan irigasi yang ditutup untuk perbaikan telah menciptakan panorama gersang yang mencekam. Di tengah pemandangan kering yang tak tertandingi, petani berjuang keras untuk menemukan sumber pakan bagi ternak mereka.

Namun, semakin lama kekeringan berlangsung, semakin dekat ancaman malnutrisi mengintai. Tidak hanya itu, muncul kisah tragis tentang hewan ternak yang tak kuat menahan beban, menghadapi Sindrom Sapi Ambruk yang mengerikan.

"Penyakit malnutrisi sendiri disebabkan lantaran hewan kekurangan asupan nutrisi yang ditandai dengan badan ternak semakin kurus," sebut Dosen Nutrisi Pakan dari Fakultas Peternakan IPB University, Prof Luki Abdullah.

Kepincangan pada sapi bisa menjadi tanda awal masalah kesehatan, terutama saat sapi menyusui. Kekurangan kalsium dalam tubuh dapat memengaruhi kesehatan tulang sapi dan menyebabkan gejala kepincangan. 

"Memang, Pentingnya pakan ternak dalam peternakan tak terbantahkan. Kehidupan peternakan bergantung pada pemilihan pakan yang bijaksana untuk memastikan hasil yang optimal,"sebutnya.

Pada musim kemarau, tantangan muncul ketika tanaman hijauan kekurangan air, mengakibatkan penurunan energi, mineral, dan protein dalam pakan. Kekurangan volume pakan juga terjadi akibat kelangkaan bahan pakan hijauan.

Dampaknya adalah kualitas pakan menurun, menyebabkan pertumbuhan ternak terhambat. Sapi dewasa dapat mengalami penurunan berat badan dan karkas yang kurang optimal. Selain itu, penurunan fertilitas juga mengganggu perkembangbiakan ternak.

Pakan Terfermentasi

Sebagai solusi, pakan komplet yang mengalami fermentasi menjadi pilihan yang cerdas. Dengan dasar hijauan pakan dan jerami bernutrisi tinggi, pakan ini tidak hanya memberikan nutrisi yang lebih baik, tetapi juga ekonomis dalam pembuatan dan penyimpanannya. Ini tentu membantu peternak menghemat waktu dan sumber daya.

Jerami padi kering dapat mengalami transformasi menjadi jerami padi fermentasi yang luar biasa. Dengan tambahan bahan-bahan tertentu, kualitasnya bisa ditingkatkan signifikan, meningkatkan kandungan protein dari tiga hingga empat persen menjadi tujuh hingga delapan persen.

Yang menarik, pakan ini juga tahan digunakan sepanjang musim. Teknologi ini menggabungkan jerami padi dengan berbagai bahan pakan konsentrat yang cerdik, seperti bekatul padi, onggok, gaplek, bungkil kopra, kulit kacang, roti, jagung kuning giling, dan starter mikrobia. Dengan cara ini, peternak memiliki pilihan yang fleksibel dan disesuaikan dengan situasi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018