Minggu, 14 April 2024


Peternak Blitar Satu Suara Melawan Stunting dan Memerangi Hoaks Ayam-Telur

18 Okt 2023, 19:33 WIBEditor : Gesha

Peternak Blitar bersatu menekan angka stunting | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Peternak Blitar bersatu dalam satu suara melawan Stunting dan dengan tekad yang kuat, mereka juga memerangi hoaks seputar ayam dan telur.

Peternak di Blitar telah memperkuat semangat HATN (Hari Ayam dan Telur Nasional ) dengan melanjutkan upaya edukasi gizi bagi ayam dan telur. Tujuan utama mereka adalah berkontribusi dalam mengatasi masalah stunting, atau pertumbuhan lambat, di Blitar.

Ketua Panitia Khusus HATN Blitar, yang juga pengurus Pinsar Blitar, Suyanto, menjelaskan pihaknya akan menjembatani peternak unggas dengan anak-anak balita yang mengalami stunting di 22 kecamatan di Blitar.

"Saat ini, kami telah memberikan sumbangan telur selama 6 bulan kepada 300 anak balita stunting di 2 kecamatan. Selanjutnya, setelah HATN, program ini akan diperluas ke 22 kecamatan selama 6 bulan ke depan," ungkapnya.

Suyanto juga menjelaskan, Pinsar akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dengan tujuan jika terdapat anak stunting di sekitar peternakan unggas, maka peternak akan berperan dalam menyediakan telur setiap bulan untuk membantu mengurangi kasus stunting.

"Kami ingin memastikan bahwa di sekitar kandang-kandang peternak ini tidak ada anak-anak yang mengalami stunting. Harapan kami adalah peran positif seperti ini dapat diadopsi tidak hanya di Blitar, tetapi juga di daerah lain," tambahnya.

Ketua Bidang usaha, Promosi dan Sosial di Pinsar Indonesia (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) yang juga Ketua Panitia Pusat HATN, Ricky Bangsaratoe pun menyambut baik aksi yang dilakukan peternak Blitar.

“Selama kegiatan HATN mulai September hingga acara Puncak 15 Oktober saya lihat anggota Pinsar, ASOHI, PDHI, Dinas peternakan sangat kompak menyukseskan acara HATN. Ini merupakan modal yang besar untuk maju bersama. Saya yakin peran dalam ikut mengatasi stunting akan dijalankan dengan baik oleh teman-teman peternak Blitar,” ujar Ricky. 

Seminar Intelektual

Selain menekan stunting dengan membagikan bantuan ayam dan telur, peternak juga bersatu bersama berbagai pihak untuk memerangi hoaks seputar ayam dan telur yang selama ini salah kaprah di masyarakat. 

Seperti ayam pedaging (broiler) bisa cepat besar karena disuntik hormon, penyebab bisul, kandungan kolesterol tinggi dan isu-isu negatif lainnya. 

Karena itu, Panitia Pusat HATN bekerjasama dengan FKH Unair akannmenyelenggarakaan webinar dengan tema “Chicken & Egg For Better life” pada Sabtu (28/10) pukul 13.30-selesai.

Acara ini juga merupakan rangkaian acara memeriahkan Dies Natalis ke-52 Universitas Airlangga. Webinar akan diikuti oleh para dokter dari rumah sakit di wilayah Jatim, mahasiswa Fakultas kedokteran Unair dan undangan lainnya.

Seminar akan menghadirkan Narasumber dan Topik sebagai berikut:

1. Drh. Baskoro Tri Caroko (National Poultry Technical Consultant) : “Benarkah Ayam Broiler disuntik Hormon?”

2. Anisa Lailatul Fitria., S.Gz., M.Sc (Ahli Gizi UNAIR) : “Pentingnya Konsumsi Ayam dan Telur”

3. Hidayaturrahman (Wakil Ketua Pinsar Indonesia & Peternak Jatinom Group) : “Testimoni Pengalaman Budidaya Ternak Ayam”

Ricky Bangsaratoe menjelaskan, webinar ini diselenggarakan sebagai respons terhadap seorang dokter yang menyebarkan informasi di YouTube mengenai penggunaan hormon pada ayam broiler yang diklaim sebagai penyebab pertumbuhan cepat. Informasi ini dianggap tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menyesatkan, serta berdampak negatif pada industri peternakan.

Webinar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada dokter dan calon dokter tentang fakta bahwa pertumbuhan cepat ayam broiler tidak berkaitan dengan penggunaan hormon.

Sebaliknya, pertumbuhan ini hasil dari seleksi genetik yang telah dilakukan bertahun-tahun, disertai dengan pemberian nutrisi yang tepat, dan implementasi sistem budidaya yang semakin modern. 

"Tidak ada penggunaan hormon di budidaya ayam, karena hormon itu sangat mahal, lebih mahal dari harga ayam. Lagipula yang jual hormon untuk ayam juga tidak ada,” tegas Ricky. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018