Sabtu, 24 Februari 2024


Lebih Menguntungkan, Petani Gorontalo Pilih Tanam Rumput Odot di Sawah

21 Des 2023, 14:51 WIBEditor : Gesha

Panen Rumput Odot di sawah | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bone Bolango -- Petani Gorontalo mengubah paradigma pertanian dengan keputusan cerdas dengan memilih tanam rumput odot di sawah.

Di Kabupaten Bone Bolango, petani padi di Kecamatan Tapa, seperti Roni, kini menikmati keuntungan dari beralih tanam rumput gajah odot.

Hamparan lahan sawah seluas 1 hektar di Tapa yang sebelumnya hijau oleh tanaman padi, kini subur dengan rumput gajah odot, menjadi pilihan yang lebih menguntungkan bagi petani seperti Roni.

Ia membagikan, beralih ke rumput gajah tidak hanya mengurangi biaya produksi dan perawatan tanaman padi yang mahal, tetapi juga memberikan keuntungan yang signifikan dengan penjualan harian 300-400 ikat rumput odot.

“Saya bisa menjual 300-400 ikat rumput odot per hari dengan harga Rp 1000 per ikat atau Rp 25.000 per 3 ikat tergantung kualitas rumput yang dijual. Setiap hari, saya bisa menjual paling sedikit 30-40 ikat. Sistem tanam dan panen yang tidak membutuhkan biaya dan waktu yang lama dapat meraup keuntungan yang besar,” ujar Roni.

Sam, seorang petani lain di daerah tersebut, mengungkapkan bahwa petani padi sawah beralih ke tanaman rumput gajah odot karena biaya produksi yang sangat tinggi.

“Beralih ke rumput gajah odot ini karena pertama kelangkaan pupuk, kedua penyakit atau hama padi ini sangat sulit untuk ditangani," ujarnya.

Namun, dengan beralih ke rumput gajah odot, petani seperti Sam berhasil meningkatkan perekonomian mereka, mencukupi kebutuhan sekolah anak, kebutuhan sehari-hari, dan kebutuhan lainnya. Ia bersyukur karena adanya rumput odot telah memberikan dorongan positif pada ekonomi di wilayah tersebut.

Kawasan pertigaan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, saat ini berperan sebagai pusat penjualan rumput gajah odot yang dijalankan oleh sejumlah petani selama beberapa tahun terakhir. Tempat ini mirip dengan pasar rumput gajah yang fokus pada pakan ternak.

Sam juga menyampaikan bahwa pada tahun 2022, tepat 5 hari sebelum bulan suci Ramadan, penjual rumput gajah odot di kawasan tersebut mengalami penertiban oleh pemerintah setempat melalui satuan polisi pamong praja.

Ia berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih lanjut terhadap tata ruang di kawasan tersebut. Sam menyampaikan harapannya kepada pemerintah untuk menjaga keadilan, kebijaksanaan, dan memiliki hati nurani dalam mengelola situasi ini.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018