Sabtu, 24 Februari 2024


Kabupaten Blora Punya RPH Baru, Fasilitas Lebih Modern

08 Jan 2024, 12:08 WIBEditor : Herman

Kabupaten Blor Punya RPH Baru Dengan Fasilitas Modern | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Blora --- Kabupaten Blora kini memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) baru. RPH Ruminansia modern yang terletak di Selatan Pasar Induk Sido Makmur ini sudah siap beroperasi melayani masyarakat melakukan pemotongan hewan lebih cepat.

Hari masih sangat pagi, jarum jam baru menunjukkan waktu pukul 3 pagi. Kebanyakan orang masih merapatkan selimut dan melanjutkan tidur. Tapi Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia yang berada di samping Selatan Pasar  Induk “Sido Makmur”,     telah “bangun”.  Beberapa pelanggan  menuntun sapinya, dan disambut petugas RPH yang sudah siap melaksanakan tugasnya. Mulai hari Sabtu, 6 Januari 2024 RPH Ruminansia modern telah operasional melayani masyarakat.

Diresmikan Bupati Blora, H. Arief Rohman, SIP,MSi pada Senin, 18 Desember 2023, RPH Ruminansia modern ini masih memerlukan waktu beberapa hari untuk berbenah. Seluruh jajaran petugas RPH dibawah pimpinan drh. Rasmiyana bergegas memindahkan segala sesuatu dari rumah jagal tradisional di Jalan Sumbawa, Kelurahan Jetis, Blora Kota

“ Selama  puluhan tahun pekerjaan menyembelih sapi dan hewan ruminansia lainnya, kami lakukan di rumah jagal tradisional tersebut. Maka setelah  Kabupaten Blora memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia modern,  segera kami tata agar secepatnya dapat melayani masyarakat “ ujar Rasmiyana

Menempati lahan yang cukup luas, gedung RPH modern yang baru tersebut terletak di Jalan Blora - Randublatung Km 3, Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kota. Kira-kira 100 meter sebelah Selatan Pasar Induk Sido Makmur.

Lokasi yang sangat strategis tersebut, daging hasil pemotongan dalam waktu singkat dapat sampai di pasar induk.

RPH yang mulai dibangun sejak Tahun 2022 ini dilengkapi peralatan yang cukup memadai. Diantaranya ada timbangan ternak hidup, alat perebah sapi (restraining box) hidrolik, katrol hidrolik untuk mengangkat hewan setelah dipotong, untuk dikuliti, bleeding table, pembersih jerohan. Juga container-container untuk mengangkut daging.Disana juga   di siapkan ruang-ruang untuk perlakuan daging hewan.

Ketika meresmikan RPH tersebut, Bupati Blora, H. Arief Rohman, sempat menanyakan bagaimana alur mekanisme pemotongan hewan. Dipandu penjelasan Rasmiyana, Gus  Arief, sapaan akrab bupati Blora, memperagakan alur tersebut selangkah demi selangkah.

Sehingga  para pejabat yang hadir menjadi mengetahui bagaimana mulai sapi ditimbang, kemudian masuk dan direbahkan dengan alat restraining box, kemudian baru disembelih, dikuliti, dipisahkan organ dalamnya hingga pemotongan daging dan tulang, sampai siap didistribusikan ke pasar,

Nampak bahwa perlakuan di RPH modern ini, sudah memperhatikan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan, dan semua peralatan yang dipakai serta sarana tempat sangat bersih dan hygienis.

Pada kesempatan tersebut Bupati H. Arief Rohman menyatakan bersyukur atas berdirinya RPH Ruminansia modern yang memang sudah lama dinantikan masyarakat.

"Dengan peresmian ini, maka rumah jagal atau jagalan yang berada di Jl. Sumbawa Kelurahan Jetis akan ditutup permanen. RPH ini lebih memenuhi syarat, lebih dekat dengan pasar, lebih bersih, dan jauh dari pemukiman.” katanya

Arief menambahkan nanti pada hari raya Idul Adha juga penyembelihan hewan akan dilakukan di sini. Izin operasional dan pengelolaan limbahnya sudah siap.

Bupati   juga menyampaikan rencana penambahan Pasar Hewan di Blora.  Lokasi yang sudah disiapkan berada  di Kecamatan Kunduran.

”Jumlah sapi di Kabupaten Blora, sekitar 280 ribu ekor,  terbanyak se -Jawa Tengah . Transaksi jual beli hewan dalam daerah maupun antar daerah sangat besar, maka,    sudah waktunya ada penambahan fasilitas Pasar Hewan yang memadai. Besok nama yang akan dipakai adalah Pasar Legi.” ungkapnya.

Plt. Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, SP menyampaikan, bahwa Pembangunan fasilitas di RPH Ruminansia modern tersebut masih akan terus dikembangkan.

“ Kedepan akan dibangun cold storage juga disiapkan mobil-mobil angkutan daging beku (thermo king). Sehingga pengiriman ke Jakarta dan kota besar lain yang selama ini masih berupa sapi hidup, dengan resoko tinggi, dapat di tingkatkan berupa daging beku. Lebih praktis, lebih murah dan menekan resiko” tambahnya.

Dikatakan, untuk tahap awal diperkirakan kapasitas RPH Ruminansia ini  baru dapat menyembelih sekitar 10 ekor sapi, per hari. Tenaga jagal dari RPH lama diakomodir untuk ikut menjadi tenaga penyembelihan.

”Apabila dikemudian hari terjadi peningkatan permintaan penyembelihan, maka akan kami tambah peralatan maupun tenaga,sehingga fasilitas RPH dapat dimanfaatkan secara maksimal” pungkasnya.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018