Jumat, 23 Februari 2024


India Negara Konsumen Susu Terbesar di Dunia, Indonesia Bagaimana?

15 Jan 2024, 14:30 WIBEditor : Gesha

Konsumsi susu di indonesia masih rendah | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dalam dunia konsumsi susu, India telah menjelma menjadi negara terbesar di seluruh dunia. Namun, pertanyaannya adalah: Bagaimana Indonesia dapat mengadopsi keberhasilan India dalam meraih prestasi sebagai konsumen susu terbesar?.

Menurut laporan terbaru dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), konsumsi susu sapi di seluruh dunia mencapai angka yang mengesankan pada tahun 2023, yakni sekitar 194,65 juta metrik ton. Meskipun naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai 193,05 juta metrik ton pada 2022, perkembangan ini menunjukkan kestabilan dalam kebutuhan global akan produk susu.

Penting untuk dicatat bahwa India menonjol sebagai pemimpin konsumsi susu sapi di seluruh dunia, dengan konsumsi domestik mencapai 87,05 juta metrik ton sepanjang tahun 2023. Fakta menarik lainnya yang terungkap dalam laporan adalah bahwa India telah secara konsisten memimpin konsumsi susu sapi global sejak tahun 2019.

Di posisi kedua, Uni Eropa juga memberikan kontribusi signifikan dengan konsumsi susu sapi domestik sebanyak 23,7 juta metrik ton. Sementara itu, Amerika Serikat menduduki peringkat ketiga dengan volume konsumsi sekitar 20,65 juta metrik ton. Melengkapi peringkat lima besar, China dan Brasil masing-masing mencatat konsumsi susu sapi sebanyak 16,72 juta metrik ton dan 11 juta metrik ton.

Kembali pada India, berdasarkan data yang dilansir oleh Statistia, industri susu di India menunjukkan tingkat keragaman yang sangat tinggi, mencakup berbagai produk seperti ghee butter, lassi, dan paneer. Dadih dan yogurt, sebagai segmen khusus, menjadi bagian yang paling bernilai dalam struktur industri ini.

Selama dekade terakhir, India telah mencatat peningkatan signifikan dalam produksi susu, dengan mencapai lebih dari 221 juta metrik ton pada tahun 2022. Prestasi ini mencerminkan komitmen dan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam industri susu di negara tersebut.

Menariknya, sebagian besar produksi susu India berasal dari wilayah Uttar Pradesh dan Rajasthan. Kedua wilayah ini memainkan peran kunci dalam mendukung output susu yang besar, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan industri susu secara keseluruhan.

Dengan adanya diversifikasi produk dan peningkatan produksi, industri susu India tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen lokal tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap pasar global. Informasi ini memberikan gambaran yang jelas tentang kekayaan industri susu India dan potensinya untuk terus berkembang di masa depan.

Konsumsi Indonesia 

Lantas bagaimanakah trend konsumsi susu di Indonesia? Berdasarkan data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang dikumpulkan oleh Statista, tren konsumsi susu di Indonesia mengalami fluktuasi selama dekade terakhir.

Pada tahun 2011, rata-rata konsumsi susu per kapita per tahun di Indonesia mencapai puncak tertinggi, yaitu sekitar 4,61 kilogram. Namun, data menunjukkan bahwa angka tersebut mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun berturut-turut, mencapai 3,59 kilogram per kapita per tahun pada 2013. Meskipun terdapat kenaikan setelahnya, konsumsi susu per kapita di Indonesia tidak dapat menyamai pencapaian pada tahun 2011.

Data terbaru pada tahun 2020 menunjukkan bahwa konsumsi susu per kapita di Indonesia mencapai sekitar 4,03 kilogram per tahun. Meskipun masih di atas level pada tahun 2013, angka ini menunjukkan bahwa tren konsumsi susu di Indonesia telah mengalami fluktuasi dan belum pulih sepenuhnya ke level tertinggi pada tahun 2011.

OECD memproyeksikan, konsumsi susu tiap orang justru turun sedikit pada 2021, mencapai 3,92/kg/orang/tahun. Pada 2022-2023 ini diproyeksikan naik tipis, masing-masing sebesar 4,02 dan 4,13/kg/kapita/tahun. Adapun proyeksi akhir OECD yakni pada 2031 mendatang mencapai 5,01/kg/orang/tahun.

Berdasarkan acuan Food and Agriculture Organization (FAO), konsumsi masuk dalam kategori rendah jika kurang dari 30/kg/kapita/tahun. Sebagai informasi, konsumsi per kapita adalah jumlah suatu komoditas tertentu yang digunakan per orang. Angka tersebut diperoleh dengan membagi total konsumsi dengan total populasi.

 

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018