Minggu, 14 April 2024


Industri Pakan Siap Serap Jagung Petani

19 Mar 2024, 13:56 WIBEditor : Yulianto

Panen Jagung mulai berlsngsung di beberapa daerah | Sumber Foto:dok. sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Pelaku usaha, terutama industri pakan ternak menyatakan komitmen untuk menyerap jagung petani. Johan Roy, dari Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GPMT) sekaligus pemilik pabrik pakan mengatakan, saat ini penyerapan sedang dilakukan secara maksimal, terutama di masa puncak panen.

Menurutnya, panen jagung sedang berlangsung di berbagai sentra produksi jagung seperti Jawa Tengah, Medan dan Lampung dan diperkirakan jagung di wilayah Jawa Timur dan Sulawesi akan siap panen dalam waktu mendatang.

“Di puncak-puncak panen kita akan menyerap sampai 800 ribu dari biasanya 600 sampai 700 ribu ton. Kita juga pernah menyetok hingga paling tinggi 1,2 juta ton per bulan,” kata Johan usai Rapat Koordinasi tentang jagung bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (14/3).

GPMT juga siap menyerap jagung hasil panen petani di Sulawesi Selatan merupakan sentra jagung. Sentra jagung dibagi dalam beberapa sektor yang meliputi Sektor Barat yakni Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru, pare pare dan selayar. Sektor Timur yakni, Bone, Soppeng, Wajo,Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Sidrap dan Pinrang. Daerah Peralihan berada di Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Tator, Toraja Utara & Enrekan.

Semua sektor tersebut merupakan daerah penyuplai jagung untuk kebutuhan peternak dan pabrik pakan (feedmill) di Sulawesi Selatan. Di Sulsel terdapat 7 feedmill dengan kapasitas produksi pakan sebanyak 1.580.000 MT/tahun. Jika kebutuhan jagung untuk feedmill sebesar 50%, maka kebutuhan jagung rata–rata sebesar 790,000 MT/tahun.

Kondisi saat ini di Sulawesi Selatan sudah mulai panen raya jagung. Karena itu seluruh feedmill memaksimalkan serapan jagung yang ada dari petani untuk memenuhi kebutuhan pabrik pakan yang beberapa saat terakhir ini kekurangan jagung.

 

Kadar air jagung yang di terima bervariasi mulai dari 15 – 35 % . Adapun rata – rata pembelian harga jagung dengan kadar air 17 ?alah Rp 4.600/kg. Harga beli jagung dari feedmill dibandingkan harga acuan yang telah di tetapkan BAPANAS, masih lebih tinggi harga beli dari feedmill. Untuk kadar air 17 % harga acuan BAPANAS sebesar Rp 4.200/kg. Di beberapa tempat terlihat truk menunggu antrian untuk memasukkan jagung ke salah satu feedmill yang ada di Makassar.

Untuk diketahui, ketentuan persentase maksimum kadar air jagung telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam Ras.

Untuk komoditas jagung, kualitas kadar air dimana harga acuan pembelian jagung pipilan kering untuk kadar air 15% sebesar Rp 4.200/kg, kadar air 20% Rp 3.970/kg, kadar air 25% Rp 3.750/kg dan kadar air 30% Rp 3.540/kg. 

Seperti diketahui, pada akhir 2023 pemerintah meminta Perum Bulog melakukan importasi jagung pakan untuk membantu kebutuhan peternak yang saat itu kesulitan mendapatkan jagung sebagai bahan baku pakan.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan, kebijakan impor jagung itu ditujukan untuk menstabilkan pasokan pakan peternak mandiri. Pakan merupakan salah satu unsur pembentuk harga yang signifikan dan mempengaruhi harga daging ayam dan telur ayam di tingkat hilir.

"Dengan menyetop importasi jagung menjelang panen raya, berarti kebijakan importasi sangat terukur dan mempertimbangkan harga jagung di tingkat petani. Saat panen raya inilah momentum bagi kita untuk menyerap sebanyak-banyaknya produksi dalam negeri," ujarnya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018