Jumat, 21 Juni 2024


Model Pengembangan Klaster Sapi

19 Apr 2024, 13:47 WIBEditor : Yulianto

Minum susu gratis untuk anak sekolah | Sumber Foto:julian

Langkah lain dengan penyusunan model pengembangan klaster sapi perah yang bisa diadopsi masyarakat. Ada beberapa model, terdiri dari kluster sapi perah kecil, menengah hingga besar yang dilakukan pelaku usaha atau industri. “Model kluster bisa dilakukan dalam lingkup kabupaten/kota atau provinsi sehingga dapat mensuplai kebutuhan susu diwilayah tersebut dan konsumen bisa mendapatkan susu segar dengan kandungan nutrisi yang lebih baik,” ujarnya .

Untuk klaster pengembangan sapi perah skala kecil, koperasi atau industri dapat melakukan pengadaan sapi, menyediaan konsentrat, manajemen kluster, memberikan pendampingan teknis, penjaminan atau menjadi avalis dana pinjaman, hingga melakukan pelayanan reproduksi dan kesehatan hewan.

“Kita berharap 1 peternak binaan memiliki 5-10 ekor, karena memperhitungkan lahan. Kami secara intens juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian KLHK karena ada lahan perhutanan sosial atau eks tambang yang bisa digunakan untuk menanam hijauan pakan atau sumber protein lainnya,” tuturnya.

Sedangkan dalam model pengembangan sapi perah skala menengah melibatkan pelaku usaha sebagai inti juga koperasi. “Kita ingin di klaster menengah ini tumbuh industir hilir di setiap wilayah. Dari kajian kami dibutuhkan sekitar 200 ekor per klaster karena kalau kurang tidak efisien,” ungkap Makmun.

 

Selain sapi, Makmun mengatakan kebutuhan susu juga akan mendapatkan dukungan susu dari kambing perah. Beberapa upaya peningkatan populasi dan produksi susu kambing perah antara lain importasi bibit kambing perah, pengembangan cluster kambing perah, penignkatan kapsitas peternak, pemanfaatan teknologi IB, proses pascapenen hingga produk olahan susu.  

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018