Jumat, 21 Juni 2024


Tak Rugi Beli Kambing Saanen Murni, Harga Tidak Pernah Turun

29 Apr 2024, 13:34 WIBEditor : Gesha

Kambing Saanen | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dengan membeli kambing Saanen murni, Anda tak hanya mendapatkan keuntungan finansial, tapi juga investasi jangka panjang yang tak pernah merugi. 

Kambing Saanen, si penghasil susu andal dari Swiss, kini menjadi primadona di kalangan peternak. Terkenal bukan hanya karena dagingnya, melainkan juga karena kualitas susunya yang tinggi dan ambing susunya yang besar.

Namun, sebelum tergiur untuk membeli, bijaklah untuk memantau harga kambing Saanen fullblood yang berkualitas. Dengan informasi yang tepat, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan menguntungkan.

Meskipun di Indonesia, kambing Saanen murni masih dibanderol dengan harga tinggi, tetapi kualitasnya yang unggul membuatnya tetap diminati oleh para peternak.

Untuk kambing Saanen fullblood berusia 6–7 bulan, harganya memang cukup tinggi, dimulai dari Rp. 18 juta. Meskipun demikian, investasi ini dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi para peternak yang berorientasi pada kualitas dan keuntungan jangka panjang.

Gibas Barokah Modern Farms (GB Farm) menawarkan kambing Saanen fullblood berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan impor langsung dari luar negeri.

Harga kambing Saanen dewasa berada di kisaran Rp5.000.000, sementara anakan kambing Saanen biasanya dijual sekitar Rp2.500.000.

Harga ini tentunya bisa berfluktuasi tergantung pada kondisi pasar dan kualitas individu kambing itu sendiri. Adanya fluktuasi harga ini membuat pentingnya untuk melakukan evaluasi pasar dan kualitas kambing sebelum melakukan pembelian, terutama jika tujuannya adalah untuk investasi atau pembibitan.

GB Farm juga memberikan kesempatan bagi para peternak untuk mendapatkan kambing Saanen fullblood dengan kualitas yang sama baiknya tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu tinggi. 

Memilih kambing Saanen fullblood untuk pembibitan dapat menghasilkan keturunan F1 yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan produksi susu yang tinggi.

Kambing Saanen dikenal karena genetiknya yang unggul dalam menghasilkan susu, sehingga keturunan F1 dari persilangan dengan kambing lain akan memiliki potensi produksi susu yang tinggi serta kekuatan tubuh yang baik, menjadikannya pilihan yang cerdas untuk pengembangan peternakan susu yang produktif.

Susu kambing Saanen tidak hanya melimpah, tapi juga berkualitas tinggi dengan kandungan lemak yang rendah, sekitar 2,5–3 persen.

Setiap kambing bisa menghasilkan hingga 3,8 liter susu per hari, menjadikannya sumber susu yang sangat produktif.

Tak hanya itu, susu kambing Saanen juga dipercaya dapat membantu mengatasi alergi kulit dan masalah kesehatan lainnya.

Kandungan nutrisi yang kaya dan rendahnya kandungan alergen dalam susu kambing Saanen membuatnya menjadi alternatif yang menarik bagi mereka yang mencari opsi susu yang lebih mudah dicerna dan cocok untuk kesehatan kulit.

Indukan Bermutu

Jumlah produktivitas susu kambing Saanen tentu tak luput dengan kualitas indukan yang bermutu. Kambing Saanen memiliki bulu mayoritas putih atau krim,dengan ciri khas titik hitam di telinga dan kelenjar susu.

Kambing Saanen yang cocok sebagai bibit memiliki bentuk badan yang sempurna: punggung lurus, sehat, gemuk, dan bebas cacat.

Tubuhnya berisi, bulunya mengkilap, matanya bersih tanpa belekan. Kambing Saanen jantan dewasa memiliki bobot badan berkisar antara 68-91 kilogram, sementara betina berkisar antara 36-63 kilogram.

Selain kesehatan yang terlihat dari luar, kriteria bibit yang baik adalah kambing muda atau yang sudah beranak maksimal satu kali, dengan perkiraan poel 4 atau 2 (usia sekitar 1 – 2 tahun).

Mereka juga harus memiliki sifat keibuan yang baik, mungkin berasal dari anak kembar, dengan ambing yang bagus (halus, kenyal, tidak bengkak), simetris, dan bebas dari mastitis.

Dengan memilih bibit yang sesuai dengan kriteria ini, Anda dapat memastikan kesuksesan peternakan kambing Saanen Anda ke depannya.

Telinga kambing Saanen sederhana dan tegak ke depan. Berekor tipis dan pendek, baik jantan maupun betina memiliki tanduk. Usia ideal untuk perkawinan dan pemerahan kambing Saanen adalah 12 bulan.

Pastikan kambing dalam keadaan sehat dan bebas dari penyakit. Salah satu faktor yang dapat mengurangi produksi susu adalah serangan penyakit mastitis subklinis.

Perhatikan juga ukuran ambing. Ambing kambing Saanen terkenal sangat besar dibandingkan dengan kambing jenis perah lainnya. Dengan memperhatikan hal-hal ini, Anda dapat memastikan kesehatan dan produktivitas kambing Saanen Anda.

Ukuran ambing pada kambing Saanen dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk umur, faktor genetis, masa laktasi, dan jumlah susu di dalamnya. Panjang ambing biasanya bervariasi sekitar 3-4 cm, sedangkan panjang puting berkisar antara 5-6 cm.

Untuk produktivitas maksimal, standar ukuran ambing adalah sekitar 10-20 cm, sementara panjang puting berkisar antara 5-10 cm.

Pengukuran ambing meliputi panjang, lingkar dalam dan luar, serta bentuk, volume, dan arah puting. Pengukuran ini dilakukan sebelum pemerahan untuk memastikan kesehatan dan produktivitas kambing Saanen yang optimal.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018