Jumat, 14 Juni 2024


Festival Ayam dan Telur 2024 Dimulai, Sasar Anak Penderita Stunting Di Kota Bogor

18 Mei 2024, 10:59 WIBEditor : Gesha

Festival Ayam dan Telur (FAT) 2024 | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Festival Ayam dan Telur (FAT) 2024 kembali digelar. Membuka rangkaian kegiatannya kali ini pada upaya untuk menekan dan mencegah laju stunting melalui intervensi pemberian telur kepada anak penderita stunting di Kelurahan Curug,Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Sabtu (18/05).

”Kami ingin kegiatan FAT 2024 ini berdampak dan tepat sasaran yang berdasarkan data,karena itu kami memulai dengan intervensi pemberian telur pada anak penderita stunting di Kelurahan Curug Kota Bogor selama 3 bulan penuh dengan pemberian 2 butir telur per hari atau sekitar 1 ton telur selama 3 bulan” ungkap Ruri Sarasono Direktur Global Permata Perkasa pelaksana FAT 2024.

Lebih lanjut Ruri menjelaskan, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Yang disebabkan antara lain karena kurangnya asupan gizi baik secara akses ataupun ketersediaan pangan bergizi dan kesehatan.

Yang pada akhirnya dalam jangka pendek stunting mengakibatkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik serta tidak optimalnya ukuran fisik tubuh dan gangguan metabolisme. Dan dalam jangka waktu panjang mengakibatkan menurunnya kapasitas intelektual serta meningkatkan resiko penyakit lainnya. Kompleksnya dampak akibat stunting, sedikit banyak akan mempengaruhi sisi pembangunan sumber daya manusia serta produktifitas ekonomi.

Karena itu, pelaku perunggasan merasa perlu berpartisipasi dalam pengentasan stunting melalui Festival Ayam dan Telur (FAT) 2024 sebagai kampanye konsumsi daging ayam dan telur.

Sebagaimana diketahui dari para ahli gizi, produk perunggasan, khususnya daging ayam dan telur, merupakan sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi dengan kandungan asam amino yang diperlukan tubuh.

Selain itu, telur dan daging ayam adalah sumber protein yang relatif terjangkau, mudah didapat, dan mudah diolah dalam berbagai variasi menu makanan.

"Untuk ikut berpartisipasi menekan laju prevalensi stunting di Kota Bogor yang tahun ini ditargetkan turun menjadi 14 persen, rangkaian kegiatan FAT tahun ini meliputi intervensi pemberian telur pada anak penderita stunting. Selain itu, akan ada berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi pentingnya konsumsi daging ayam dan telur, seperti talkshow 'Daging Ayam dan Telur PentING (Pencegah Stunting)', promosi daging ayam dan telur, serta bazar pangan dan protein hewani," ujar Ruri.

Atas upaya ini, PJ Walikota Bogor Dr. Hery Antasari, menyampaikan apresiasinya kepada pelaku usaha perunggasan dalam payung Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) ini 

”Penyelesaian permasalahan serta dampak stunting sangat kompleks. Oleh karenanya pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam upaya menekan prevalansi stunting. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat perunggasan yang langsung menyasar objek stunting kami harap bisa ditiru dan dilakukan oleh pelaku usaha dan masyarakat lainnya,” papar Hery

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018