
Dirjen PKH, Agung Suganda memantau pembelian ayam berukuran jumbo olah perusahaan kepada perernak
TABLOIDSINARTANI.VOM, Bogor --- Pemerintah turun tangan langsung memastikan ayam hidup ukuran jumbo dari peternak mandiri terserap pasar. Langkah ini dilakukan demi menstabilkan harga ayam di tingkat peternak yang sempat anjlok akibat pasokan berlebih.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, memimpin pemantauan pembelian ayam oleh sejumlah perusahaan besar di dua titik di Kabupaten Bogor, Kamis (24/4).
Dalam kunjungannya, Agung menyaksikan langsung transaksi antara peternak dengan dua raksasa industri pangan, yakni PT Malindo Feedmill dan PT Charoen Pokphand Indonesia.
PT Malindo Feedmill membeli 5.448 ekor ayam dari peternak mandiri Kandang Jati di Kecamatan Tajurhalang. Ayam-ayam jumbo dengan bobot 2,7–2,8 kilogram itu dibeli dengan harga Rp17.000 per kilogram.
Sementara itu, PT Charoen Pokphand Indonesia juga menyerap 1.700 ekor ayam dengan bobot rata-rata 1,9 kilogram per ekor dari peternak lain, dengan harga serupa.
“Ini bagian dari komitmen kita menjaga harga tetap stabil di tingkat peternak. Selain itu, ini juga bentuk tanggung jawab sosial dari para pelaku industri besar,” ujar Agung di sela kunjungan.
Pemilik Kandang Jati, Agus, menyambut baik kehadiran pemerintah dan apresiasi terhadap kebijakan cepat yang diambil.
“Terima kasih kepada Ditjen PKH yang sudah merespons cepat kondisi ini. Harga yang kami terima sangat layak. Ayam jumbo kami akhirnya bisa terserap,” ucapnya dengan lega.
Tak hanya dua perusahaan tersebut, PT Japfa Comfeed Indonesia juga menunjukkan komitmennya.
Perusahaan ini telah membeli 5.000 ekor ayam dari dua lokasi, yaitu Cigudeg dan Serang, dengan bobot rata-rata 2,2–2,6 kilogram per ekor.
“Kami ingin pastikan semua ayam besar terserap pasar. Kita tidak ingin peternak rugi karena kelebihan stok,” kata Agung.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara perusahaan integrator dan peternak mandiri akan terus didorong agar ekosistem perunggasan tetap sehat dan berkeadilan.
“Pemerintah ingin membangun rantai pasok yang tidak hanya kuat, tapi juga adil untuk semua pelaku,” tutupnya.