Sunday, 16 August 2026


Tim Dosen IPB Ubah Limbah Kulit Kopi Ciwidey Jadi Pakan Ternak Ramah Lingkungan

26 Jun 2025, 12:27 WIBEditor : Gesha

Tim Dosen IPB sulap limbah kulit kopi Ciwidey jadi pakan kambing ramah lingkungan yang bermanfaat bagi peternak sekaligus selamatkan desa dari pencemaran.

TABLOIDSINARTANI.COM, Ciwidey -- Tim Dosen IPB sulap limbah kulit kopi Ciwidey jadi pakan kambing ramah lingkungan yang bermanfaat bagi peternak sekaligus selamatkan desa dari pencemaran.

Inovasi berbasis kearifan lokal kembali menggema dari kaki pegunungan Ciwidey. Tim Dosen IPB University, dipimpin oleh Prof. Yuli Retnani, berhasil menyulap limbah kulit kopi yang selama ini menjadi sumber pencemaran lingkungan, menjadi pakan ternak yang bernilai ekonomis.

Melalui program Dosen Pulang Kampung, pengabdian ini menjadi jembatan antara hasil riset kampus dan solusi nyata di desa.

Selama bertahun-tahun, limbah kulit kopi atau coffee pulp di Desa Margamulya, Kecamatan Pasir Jambu, hanya menjadi tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap.

Setiap musim panen, sekitar 8 ton buah kopi diproses, dan 60 persen di antaranya adalah kulit kopi yang terbuang sia-sia.

Tanpa pengolahan yang memadai, limbah ini kerap mencemari tanah dan saluran air, apalagi saat musim hujan.

Bekerja sama dengan BUMDes Raharja Margamulya, tim dosen IPB meluncurkan program pengolahan limbah kulit kopi menjadi pakan ternak jenis mash untuk kambing.

Langkah ini menjadi respons atas keresahan warga dan peternak lokal yang ingin memanfaatkan potensi desa secara berkelanjutan.

“Setiap hari, ada sekitar 5 ton kulit kopi yang dihasilkan. Kalau ini bisa diolah jadi pakan, tentu akan sangat membantu peternak dan juga lingkungan,” ujar Wawan Wiwaha Insan, Direktur BUMDes Raharja Margamulya.

Teknologi Sederhana

Proses pengolahan kulit kopi menjadi pakan ternak ternyata tak serumit yang dibayangkan. Kulit kopi cukup dikeringkan di bawah sinar matahari, kemudian digiling menggunakan grinder hingga berbentuk mash.

Produk ini kemudian dicampurkan dalam pakan kambing secara berseling dengan hijauan.

Dari segi nutrisi, kulit kopi kering kaya serat kasar dan energi, cocok untuk sistem pencernaan ruminansia seperti kambing.

Uji coba di lapangan membuktikan, kambing tetap menyukai mash kulit kopi tanpa penurunan nafsu makan.

Bahkan bobot tubuh mereka naik secara normal, menjadikan pakan alternatif ini solusi yang ekonomis dan fungsional.

"Penting untuk mengatur dosisnya, supaya tidak kelebihan serat kasar. Tapi sejauh ini hasilnya sangat menjanjikan,” jelas Prof. Yuli.

Meningkatkan Ekonomi

Manfaat program ini tidak berhenti di kandang ternak. Volume limbah kopi di Desa Margamulya mulai menurun drastis, bau menyengat yang biasa tercium di jalanan pun kini hampir tak ada. Risiko pencemaran air dan tanah juga berkurang signifikan.

Model ini membuktikan bahwa pendekatan ekonomi sirkular, mengubah limbah jadi sumber daya untuk bisa menjawab masalah lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru.

BUMDes Margamulya kini tengah mempersiapkan produksi pakan mash dalam skala yang lebih besar. Harapannya, produk ini bisa menembus pasar peternak di desa-desa lain yang membutuhkan alternatif pakan murah dan berkualitas.

Dengan dukungan IPB University, Ciwidey ditargetkan menjadi desa percontohan nasional dalam pengolahan limbah kopi berkelanjutan.

Model ini berpotensi diadopsi oleh daerah penghasil kopi lainnya seperti Garut, Temanggung, hingga Gayo di Aceh.

Tidak hanya menciptakan solusi lokal, pengolahan kulit kopi ini juga membawa angin segar dalam dunia pertanian dan peternakan nasional.

Sebuah langkah kecil dari desa yang punya gema besar bagi masa depan keberlanjutan Indonesia.

Reporter : Nattasya
Sumber : IPB UNIVERSITY
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018