
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, saat bertemu manajemen PT Sultan Pangan Perkas dorong investasi sekotr peternakan
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Di tengah masih tingginya ketergantungan impor daging sapi dan susu, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong dunia usaha untuk lebih aktif berinvestasi di sektor peternakan.
Ajakan itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, saat bertemu dengan manajemen PT Sultan Pangan Perkasa di Jakarta, Rabu (1/10).
Agung menegaskan, pemerintah berkomitmen mengurangi impor dengan memperkuat produksi dalam negeri.
Menurutnya, sejumlah komoditas strategis seperti beras, jagung, gula konsumsi, dan garam sudah bisa dipenuhi dari hasil produksi nasional. Namun, impor daging sapi dan susu masih menjadi tantangan besar.
“Presiden sangat menaruh perhatian pada kemandirian pangan. Karena itu, kami mendorong investasi dan inisiatif dunia usaha lebih difokuskan untuk memperkuat produksi lokal, khususnya daging dan susu,” ujar Agung.
Dalam pertemuan tersebut, Kementan juga menawarkan peluang investasi di wilayah-wilayah potensial pengembangan sapi.
Pemerintah siap memfasilitasi kemitraan antara perusahaan swasta dengan peternak lokal, koperasi, hingga perusahaan yang telah lebih dulu beroperasi.
Agung menambahkan, selain untuk memenuhi kebutuhan protein nasional, peningkatan populasi sapi melalui investasi swasta diharapkan bisa mendukung program peningkatan konsumsi gizi masyarakat.
“Kami ingin kolaborasi ini tidak sebatas bisnis, tetapi juga membawa manfaat bagi kesejahteraan peternak dalam negeri,” katanya.
Sementara itu, CEO PT Sultan Pangan Perkasa, Septo Adjie Sudiro, menyampaikan visi perusahaannya untuk menghadirkan pangan terjangkau sekaligus membuka ruang bagi generasi muda di sektor peternakan.
“Kami fokus pada pengolahan dan distribusi produk pangan untuk segmen menengah ke bawah. Dengan dukungan pemerintah, kami ingin berkontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia,” ungkap Septo.