
Seminar Hasil Pemantauan bertema “Optimalisasi Hasil Pemantauan HPHK, HPIK, dan OPTK untuk Peternakan, Perikanan, dan Pertanian yang Berkelanjutan” yang digelar Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan
TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang --- Upaya memperkuat ketahanan sektor peternakan, perikanan, dan pertanian tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan data kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan yang akurat serta terintegrasi. Sinergi data lintas lembaga menjadi langkah strategis dalam mendeteksi dini dan menanggulangi penyakit agar tidak meluas.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Veteriner (BV) Lampung, Suryantana, dalam acara Seminar Hasil Pemantauan bertema “Optimalisasi Hasil Pemantauan HPHK, HPIK, dan OPTK untuk Peternakan, Perikanan, dan Pertanian yang Berkelanjutan” yang digelar Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu.
“Sinergi data menjadi kunci dalam mengantisipasi penyebaran penyakit hewan. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, kita bisa mendeteksi lebih dini dan memberikan rekomendasi teknis yang lebih akurat untuk mendukung peternakan berkelanjutan,” ujar Suryantana.
Menurutnya, sistem pertukaran data yang terintegrasi memungkinkan lembaga terkait saling berbagi informasi penting, termasuk hasil surveilans penyakit seperti Bovine Viral Diarrhea (BVD) yang dapat menurunkan produktivitas sapi jika tidak terdeteksi sejak dini.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKHIT Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandiri, menegaskan pentingnya koordinasi antarinstansi untuk mewujudkan satu basis data kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan nasional.
Data tersebut, katanya, menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengendalian penyakit yang lebih efektif.
“Dengan adanya satu data dan kolaborasi lintas sektor, kita dapat mempercepat langkah menuju pertanian, perikanan, dan peternakan yang tangguh serta berkelanjutan,” jelas Sri Endah.
Sebagai informasi, Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) merupakan ancaman serius yang dapat mengganggu produktivitas dan keberlanjutan sektor pangan nasional.
Karena itu, sistem pemantauan dan karantina terpadu menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mencegah penyebaran penyakit lintas wilayah.