Jumat, 16 Januari 2026


Wayang Cakruk, Cara Unik Pemerintah Edukasi PMK di Gunungkidul

05 Des 2025, 10:21 WIBEditor : Herman

Edukasi PMK Lewat Wayang Cangkruk

TABLOIDSINARTANI.COM, Gunungkidul — Cara unik dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatkan kewaspadaan peternak terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK).

Lewat pendekatan budaya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, menggelar pagelaran Wayang Kulit Cakruk sebagai media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) PMK di Tileng, Girisubo, Jumat (28/11).

Pertunjukan seni tradisional ini dikemas penuh humor dan cerita yang dekat dengan kehidupan pedesaan, sehingga menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan kesehatan hewan.

 

Para peternak diajak memahami bahaya PMK, pentingnya vaksinasi, hingga cara mencegah penularan. Melalui alur cerita, penonton diperkenalkan pada gejala klinis PMK seperti demam, luka di mulut dan kuku, serta air liur berlebih yang mmerupaka tanda awal yang kerap terlewat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi peternak agar ternaknya tetap sehat dan produktif.

“Kami mendorong berbagai kebijakan, mulai dari tali asih bagi peternak yang mengalami kerugian, respon cepat pelaporan kasus, hingga layanan kesehatan hewan termasuk vaksinasi PMK. Kami ingin memastikan peternak tidak berjalan sendiri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Nur Saptahidhayat. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengendalian PMK bergantung pada dua faktor utama: vaksinasi dan biosekuriti.

Praktik sederhana seperti disinfeksi kandang, pembatasan lalu lintas hewan, dan pemantauan kesehatan berkala menjadi kunci pencegahan.

“Upaya ini harus dilakukan bersama-sama agar risiko penyebaran bisa ditekan,” tegasnya.

Turut hadir Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Ali Agus, yang mengapresiasi penggunaan budaya lokal sebagai media edukasi.

Menurutnya, Wayang Cakruk mampu menjangkau peternak secara langsung dan membuat pesan kesehatan hewan lebih mudah dicerna.

Ia juga menilai Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berhasil mengharmonikan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan teknis kesehatan hewan.

“Pendekatan seperti ini efektif membangun kesadaran bersama. Kebijakan daerah yang memberikan perlindungan ekonomi bagi peternak merupakan langkah strategis untuk meminimalkan kerugian akibat penyakit menular,” katanya.

Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, kembali mengingatkan bahwa PMK tidak hanya memengaruhi kesehatan hewan tetapi juga produktivitas dan ekonomi peternak. Karena itu, percepatan vaksinasi dinilai sangat krusial.

“Vaksin adalah langkah paling efektif untuk membangun kekebalan ternak dan mencegah penularan. Kesadaran peternak menjadi faktor penentu keberhasilan di lapangan,” ujarnya.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018