
Selamatkan Ternak Terdampak Erupsi Semeru
TABLOIDSINARTANI.COM, jakarta -- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menangani dampak erupsi Gunung Semeru yang memukul sektor peternakan di Kabupaten Lumajang.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) langsung berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan mendesak para peternak dapat segera terpenuhi.
Rapat koordinasi penanganan bencana digelar pada 26 November 2025, melibatkan unit-unit kerja di lingkup Ditjen PKH, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.
Pertemuan ini memetakan dampak di lapangan sekaligus menyusun langkah penanganan cepat.

Sebagai tindak lanjut permohonan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang, Kementan menyalurkan bantuan pakan ternak sebanyak 14 ton.
Bantuan tersebut berupa hijauan segar (rumput dan legum), silase, hingga pakan komplit (complete feed). Pengiriman dilakukan secara bertahap sejak akhir November hingga awal Desember melalui sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PKH, yakni BBIB Singosari, BBPTUHPT Baturraden, dan Balai Embrio Ternak Cipelang.
Selain pakan, bantuan obat-obatan, vitamin, desinfektan, serta alat pelindung diri (APD) untuk petugas lapangan juga didistribusikan. Dukungan ini disiapkan Direktorat Kesehatan Hewan, BBVET Wates, dan Pusvetma.
“Kami berkomitmen memastikan penanganan hewan terdampak bencana dilakukan dengan tetap menerapkan prinsip kesejahteraan hewan. Keselamatan petugas di lapangan juga menjadi prioritas untuk mencegah dampak lanjutan,” ujar Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, I Ketut Wirata, di Jakarta (26/11).

Tak hanya itu, Kementan juga menyiapkan kandang penampungan sementara yang dikelola Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) sebagai lokasi evakuasi ternak yang terkena dampak erupsi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang, Endra Novianto, menyampaikan apresiasinya atas respon cepat pemerintah pusat.
“Kerja sama lintas sektor ini sangat penting untuk mempercepat pemulihan peternakan pasca-erupsi. Kami berterima kasih atas dukungan Kementan yang langsung menyediakan kebutuhan esensial bagi para peternak,” ujarnya.