
Peternakan Ayam
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pelaku usaha perunggasan memastikan kesiapan penuh dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Presiden Asosiasi Peternak Layer Nasional (PLN), Ki Musbar Mesdi, menegaskan bahwa pasokan daging ayam dan telur dua komponen utama dalam program tersebut—telah diperhitungkan secara komprehensif.
“Seluruh kebutuhan supply dan demand sudah kami kalkulasikan jauh hari. Lonjakan konsumsi per kapita dan peningkatan SPPG yang per Desember 2025 mencapai 16.881 juga telah masuk dalam perencanaan kami,” ujar Musbar.
Musbar menjelaskan, kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) sejalan dengan strategi industri dalam menjaga keseimbangan pasokan.
Menurutnya, pelaku usaha tidak hanya memetakan kebutuhan konsumsi secara umum, tetapi juga menyusun skema pemenuhan khusus agar pelaksanaan MBG dapat berjalan berkelanjutan.
Di sisi lain, Kementan terus memperkuat fondasi industri dengan menghitung secara detail kebutuhan Grand Parent Stock (GPS), baik untuk ayam pedaging maupun petelur.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan bibit tetap terjaga meski permintaan meningkat.
“Kementan melalui Ditjen PKH telah menyiapkan pedoman regulasi dari hulu hingga hilir, mulai dari kapasitas pembibitan, penguatan rantai pasok, hingga kesiapan industri pengolahan. Penyesuaian dari sisi usaha juga sudah kami mulai sejak 2024,” tambah Musbar.