
Kegiatan pembelajaran teknis yang digelar di Balai Veteriner Lampung
TABLOIDSINARTANI.COM. Lampung--- Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran laboratorium veteriner rujukan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan hewan dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran teknis yang digelar di Balai Veteriner Lampung beberapa waktu lalu.
Balai Veteriner Lampung yang dikenal memiliki fasilitas lengkap dan kompetensi tinggi dalam pengendalian penyakit hewan kembali menjadi pusat pembelajaran bagi petugas daerah.
Kali ini, peserta berasal dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Kegiatan pembelajaran dipimpin Linda Yulia dan disambut langsung Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana. Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas teknis petugas daerah melalui pemahaman langsung terhadap layanan laboratorium, fasilitas penunjang, serta dukungan teknis yang tersedia.
Suryantana menegaskan bahwa Balai Veteriner Lampung berkomitmen menjadi pusat rujukan sekaligus pusat pembelajaran dalam bidang kesehatan hewan.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam pengendalian penyakit hewan di daerah.
“Balai Veteriner Lampung berperan sebagai laboratorium rujukan dan pusat pembelajaran teknis. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas petugas daerah, sehingga pengendalian penyakit hewan dan pelayanan kesehatan hewan di lapangan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Suryantana.
Selama kegiatan berlangsung, tim dari Kabupaten Musi Rawas Utara mendapatkan pembelajaran komprehensif, mulai dari pengujian cepat toksikologi, teknik pengambilan dan pengiriman sampel, hingga investigasi penyakit hewan di lapangan.
Selain itu, peserta juga dibekali strategi komunikasi dan koordinasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan dinas terkait dan kepala desa untuk mendukung pelaksanaan program melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Tidak hanya menerima materi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung, seperti teknik pengambilan sampel darah kambing serta pembuatan preparat apus darah untuk pemeriksaan parasit darah.
Linda Yulia menyampaikan apresiasi atas sambutan dan materi teknis yang diberikan oleh Balai Veteriner Lampung. Ia menilai pembelajaran tersebut sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan.
“Kami memperoleh banyak pengetahuan dan keterampilan praktis, terutama terkait teknik sampling, pengujian, serta pola komunikasi dengan para pemangku kepentingan di desa. Ini akan menjadi bekal penting dalam pelaksanaan program kesehatan hewan di Kabupaten Musi Rawas Utara,” ungkapnya.