Saturday, 05 September 2026


Bone Bolango Perkuat Sinergi dengan Kementan, Optimalkan Potensi Peternakan Lokal

13 Jan 2026, 11:06 WIBEditor : Herman

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat berkunjung ke Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menyimpan potensi besar di sektor peternakan. Ketersediaan lahan yang luas, populasi ternak yang tinggi, serta tradisi beternak yang telah mengakar di masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis produksi lokal, khususnya dalam pemenuhan protein hewani.

Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menjajaki penguatan sinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui pertemuan yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Langkah ini diarahkan untuk mengoptimalkan pengembangan subsektor peternakan secara terintegrasi agar mampu menopang ketersediaan protein hewani dari daerah sendiri.

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menegaskan bahwa daerahnya memiliki populasi sapi pedaging yang besar, namun belum dikelola secara optimal.

“Di beberapa wilayah, jumlah sapi bahkan lebih banyak dibanding penduduknya. Tantangan utama kami adalah keterisolasian wilayah yang membuat pemasaran ternak belum berjalan maksimal,” ujar Ismet.

Meski demikian, ia menilai pengembangan sapi pedaging yang telah dimulai sejak 2006 menunjukkan hasil positif dan masih memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan.

“Penguatan peran pemerintah pusat melalui sinergi program sangat dibutuhkan agar sapi pedaging benar-benar menjadi penopang ketahanan pangan sekaligus sumber pendapatan masyarakat,” katanya.

Selain sapi pedaging, Ismet juga menyoroti pentingnya penguatan subsektor perunggasan, baik ayam pedaging maupun ayam petelur. Saat ini, kebutuhan ayam dan telur di Bone Bolango masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Ke depan, kami ingin kebutuhan ayam dan telur bisa dipenuhi dari Bone Bolango sendiri,” ujarnya.

Menurut Ismet, pengembangan perunggasan menjadi semakin strategis seiring meningkatnya konsumsi protein hewani, terutama untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, menyatakan bahwa Bone Bolango memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan subsektor peternakan.

“Kami melihat potensi daerah ini sangat menjanjikan, baik dari sisi sumber daya ternak maupun komitmen pemerintah daerah,” kata Hendra.

Khusus sektor perunggasan, Kementan mendorong penerapan pendekatan hilirisasi ayam terintegrasi agar pengembangan dapat berjalan secara efisien dan berkelanjutan.

“Hilirisasi tidak hanya soal produksi ayam, tetapi membangun ekosistem lengkap mulai dari perbibitan, pakan, kesehatan hewan, hingga distribusi,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Hendra menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha daerah, BUMN, BUMD, serta sektor swasta.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar kebutuhan protein hewani masyarakat dapat dipenuhi dari daerah sendiri, dengan harga terjangkau dan jaminan kesehatan,” pungkasnya.

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018