Sunday, 16 August 2026


Perkuat Perlindungan Peternak, Kementan Tingkatkan Kompetensi Petugas Veteriner

27 Jan 2026, 09:27 WIBEditor : herman

Kegiatan vaksin hewan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bukittinggi --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat perlindungan bagi peternak nasional melalui peningkatan kompetensi teknis petugas laboratorium dan lapangan.

Upaya ini dinilai berdampak langsung terhadap peternak, terutama dalam memastikan deteksi penyakit hewan berlangsung cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga risiko kerugian usaha dapat ditekan.

Salah satu langkah konkret dilakukan Balai Veteriner Bukittinggi dengan menggelar kegiatan Refresher Pengambilan dan Penanganan Sampel secara internal pada 20–22 Januari 2026.

Kegiatan ini bertujuan menjaga mutu surveilans, pengujian, serta pelayanan veteriner agar hasil diagnosis penyakit hewan benar-benar dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan yang melindungi peternak.

Bagi peternak, ketepatan dalam pengambilan dan penanganan sampel menjadi faktor krusial. Sampel yang diambil sesuai standar akan menghasilkan diagnosis yang akurat, sehingga penanganan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Dengan demikian, penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dini, angka kematian ternak ditekan, dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat tetap terjaga.

Kepala Balai Veteriner Bukittinggi yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, Rina Hartini, menegaskan bahwa kegiatan penyegaran ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas kerja petugas tetap optimal.

“Refresher pengambilan dan penanganan sampel ini sangat penting agar setiap petugas kembali memahami prosedur yang benar, sehingga kualitas sampel tetap terjaga sejak pengambilan hingga pengujian di laboratorium,” ujar Rina, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi teknis aparatur merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam mendukung pengendalian dan pencegahan penyakit hewan.

Dengan petugas yang kompeten, hasil pengujian laboratorium dapat menjadi rujukan yang valid bagi pemerintah daerah maupun peternak dalam mengambil langkah pengendalian di lapangan.

Senada dengan itu, Manajer Teknis Balai Veteriner Bukittinggi, Ibenu Rahmadani, menekankan bahwa kesalahan pada tahap awal pengambilan dan penanganan sampel dapat berdampak besar bagi peternak.

“Melalui kegiatan ini, kami kembali menekankan pentingnya penerapan SOP, biosafety, serta teknik penanganan sampel yang tepat agar hasil pengujian akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Kementan menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata penguatan sumber daya manusia di bidang veteriner yang manfaatnya langsung dirasakan peternak.

Dengan layanan veteriner yang andal dan hasil pengujian yang akurat, peternak memperoleh kepastian dalam penanganan penyakit, terlindungi dari potensi kerugian yang lebih besar, serta memiliki dasar kuat untuk menjaga produktivitas ternaknya.

 

Reporter : Desi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018