Thursday, 12 March 2026


Kementan Pastikan Pasokan DOC ke Peternak Pati Jelang Idulfitri

23 Feb 2026, 08:07 WIBEditor : herman

Pertemuan antara perusahaan pembibitan unggas dan peternak mandiri di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

TABLOIDSINARTANI.COM, Pati --- Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi pertemuan strategis antara perusahaan pembibitan unggas dan peternak mandiri di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Hasilnya, tercapai kesepakatan penting yang menjamin distribusi bibit ayam umur sehari atau day old chick (DOC) berjalan lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.

Pertemuan yang digelar di Kantor Bupati Pati pada Minggu (21/2) itu dipimpin langsung Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Forum ini turut melibatkan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) dan Persaudaraan Peternak Mandiri Pantura (PPMP).

Dirjen PKH Agung Suganda menegaskan, pertemuan ini menjadi bukti itikad baik seluruh pihak dalam menjaga keberlanjutan usaha perunggasan, sekaligus memberikan kepastian akses DOC bagi peternak mandiri.

“Kedua kepentingan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk diseimbangkan secara proporsional,” ujar Agung.

Ia memastikan kapasitas produksi DOC nasional dalam kondisi cukup. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dan transparan.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional, pemerintah hadir sebagai fasilitator dan pembina agar tata niaga berjalan sehat dan berkeadilan. Yang terpenting bukan hanya kesepakatan di atas kertas, tetapi konsistensi pelaksanaannya di lapangan,” tegasnya.

Agung juga menekankan peran GPPU dalam menjaga kontinuitas pasokan, serta tanggung jawab PPMP memastikan anggotanya siap menyerap DOC sesuai kesepakatan.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan pemerintah daerah siap mengawal implementasi kesepakatan tersebut. Ia menyebut kebutuhan ayam di Pati cukup tinggi sehingga kepastian suplai DOC menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas harga.

“Sekiranya 1.000 box DOC per minggu dapat menyuplai peternak di Pati, sehingga harapan kami harga ayam terus stabil,” kata Risma.

Sebagai informasi, satu box DOC berisi 100 ekor ayam umur sehari. Artinya, minimal 100.000 ekor DOC per minggu akan dialokasikan bagi peternak anggota PPMP.

Menurut Risma, dialog terbuka seperti ini menjadi fondasi membangun kepercayaan serta menciptakan ekosistem perunggasan yang lebih berkeadilan.

Sekretaris Jenderal PPMP, Barry, mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam mempertemukan peternak dan perusahaan pembibitan.

“Dengan adanya kesepakatan ini, peternak bangkit. Ini menjadi gairah baru bagi kami,” ujarnya.

Ia juga mengajak peternak untuk memperkuat kemitraan dengan korporasi demi keberlanjutan usaha.

Sementara itu, Ketua IV GPPU Asrokh Nawawi menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti kesepakatan melalui proses verifikasi peternak mandiri yang membutuhkan DOC.

“GPPU siap mendukung pemerintah dan siap mendukung PPMP,” katanya.

Dalam dokumen komitmen bersama yang ditandatangani, disepakati kebutuhan DOC final stock (FS) ayam ras pedaging bagi anggota PPMP dipenuhi secara kontinu berdasarkan daftar pemesanan dan jadwal chick in, minimal 1.000 box per minggu.

Perusahaan pembibitan juga berkomitmen melakukan inventarisasi ketersediaan DOC FS pedaging dan mengoptimalkan distribusi mulai akhir Februari 2026. Pemenuhan kebutuhan tetap mengacu pada mekanisme bisnis yang berlaku, tanpa bundling pakan, serta berdasarkan kesepakatan para pihak.

Pertemuan ini dinilai strategis karena berlangsung menjelang Idulfitri, periode ketika permintaan dan stabilitas harga ayam menjadi perhatian nasional.

“Saya berharap setelah adanya kesepakatan ini tidak ada lagi ruang bagi kesalahpahaman. Yang ada adalah komunikasi terbuka, komitmen dijalankan, dan tanggung jawab bersama menjaga stabilitas pasokan,” kata Agung.

Pemerintah pun memastikan pengawasan distribusi akan diperkuat agar kesepakatan benar-benar berjalan di lapangan.

 

Reporter : eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018