
Audiensi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dengan Kementerian Pertanian
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat investasi dan membangun ekosistem peternakan nasional. Ajakan tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (25/2).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penguatan subsektor peternakan, terutama pada komoditas unggas dan sapi, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa subsektor peternakan tidak hanya berperan menjaga ketersediaan protein hewani masyarakat, tetapi juga membuka ruang investasi yang luas bagi dunia usaha.
Menurutnya, Indonesia saat ini telah mencapai swasembada bahkan surplus untuk komoditas daging ayam dan telur. Namun, tantangan masih ada pada aspek pemerataan produksi dan distribusi.
“Secara nasional kita sudah swasembada, bahkan surplus untuk daging ayam dan telur. Tantangannya adalah pemerataan produksi dan distribusi. Ini menjadi peluang bagi pengusaha untuk berinvestasi dan memperkuat produksi di wilayah yang masih membutuhkan,” ujar Agung.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun sektor peternakan yang kuat dan berkelanjutan. Keterlibatan pengusaha muda dinilai krusial, mulai dari hulu hingga hilir.
“Peran pengusaha muda sangat penting untuk memperkuat produksi, distribusi, dan membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Pemerintah saat ini tengah mendorong pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi di berbagai daerah. Konsep ini mencakup penguatan budidaya, industri pakan, fasilitas pemotongan, hingga pengolahan dan distribusi produk ternak.
Dengan model terintegrasi, rantai pasok diharapkan menjadi lebih efisien, produksi meningkat, dan lapangan kerja baru tercipta di daerah-daerah sentra peternakan.
Merespons ajakan tersebut, Ketua Satgas Pangan Badan Pengurus Pusat HIPMI, M. Hadi Nainggolan, menyatakan kesiapan pengusaha muda untuk terlibat aktif dalam program strategis nasional di sektor peternakan.
“Kami di HIPMI siap membantu mengawal program strategis nasional di sektor pangan, khususnya peternakan. Kami ingin mengetahui ruang kolaborasi yang bisa diambil pengusaha muda, baik dalam pengembangan ayam petelur, sapi, industri pakan, maupun fasilitas pemotongan,” ujar Hadi.
Ia menambahkan, jaringan HIPMI yang tersebar di berbagai provinsi menjadi kekuatan tersendiri untuk mendorong pemerataan investasi dan pengembangan usaha peternakan hingga ke daerah.
Menurutnya, pertemuan ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi berlanjut pada langkah konkret yang berdampak langsung pada peningkatan produksi dan distribusi pangan asal ternak.
Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda ini diharapkan mampu membawa subsektor peternakan naik kelas, tidak hanya sebagai penjaga ketahanan pangan, tetapi juga sebagai motor ekonomi baru di daerah.
Dengan keterlibatan pelaku usaha di berbagai mata rantai, mulai dari budidaya hingga distribusi, pemerataan pasokan dapat dipercepat, daya saing produk dalam negeri diperkuat, dan kebutuhan protein hewani masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.