Wednesday, 04 November 2026


Konsolidasi Peternak Rakyat 2026: GOPAN Serukan Persatuan Hadapi Era Baru Perunggasan Nasional

28 Apr 2026, 16:54 WIBEditor : Gesha

GOPAN dorong konsolidasi peternak rakyat guna memperkuat daya saing, stabilkan harga ayam, dan siapkan generasi muda hadapi era baru perunggasan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Ciamis -- GOPAN dorong konsolidasi peternak rakyat guna memperkuat daya saing, stabilkan harga ayam, dan siapkan generasi muda hadapi era baru perunggasan nasional.

Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) menyerukan pentingnya persatuan peternak rakyat dalam menghadapi era baru industri perunggasan nasional. 

Seruan ini disampaikan dalam Forum Perunggasan “Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional 2026” yang digelar di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Ciamis, Selasa (28/4/2026).

Ketua Umum GOPAN, Herry Dermawan, mengungkapkan bahwa kondisi perunggasan nasional mulai menunjukkan tren positif sejak pertengahan 2025. 

Harga ayam hidup (livebird/LB) yang sempat terpuruk kini berangsur pulih dan bergerak menuju Harga Acuan Pemerintah (HAP).

“Sejak Juni 2025, harga livebird mulai stabil di kisaran Rp18.000/kg dan perlahan naik mendekati HAP Rp25.000/kg hingga akhir tahun. Ini tidak lepas dari intervensi pemerintah dan komitmen seluruh pelaku industri,” ujar Herry.

Menurutnya, langkah pemerintah seperti penyerapan daging unggas untuk cadangan pangan nasional serta dukungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong stabilitas harga, baik untuk ayam maupun telur. 

Namun demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya menguntungkan peternak rakyat.

“Margin peternak masih sangat tipis. Harga DOC (day old chick) berada di kisaran Rp7.500–Rp8.500 per ekor, sementara harga pakan terus naik akibat faktor produksi jagung dan isu geopolitik global,” jelasnya.

Memasuki 2026, Herry mengingatkan industri perunggasan nasional masih menghadapi tantangan serius, mulai dari potensi surplus produksi, fluktuasi daya beli masyarakat, hingga ketidakpastian pasokan bahan baku pakan.

Ia menekankan pentingnya membangun keseimbangan baru dalam industri perunggasan, sekaligus memperkuat posisi peternak rakyat agar tidak tergerus oleh dominasi korporasi besar.

“Sudah saatnya kita menyiapkan generasi muda untuk melanjutkan estafet usaha perunggasan. Mereka harus dibekali kemampuan adaptasi teknologi dan sistem manajemen modern agar lebih kompetitif,” tegasnya.

Herry menambahkan, melalui forum ini GOPAN berupaya mengkonsolidasikan kembali kekuatan peternak rakyat mandiri di seluruh Indonesia. 

Fokus utama pembahasan meliputi implementasi regulasi, akses terhadap program strategis pemerintah, hingga penguatan kapasitas peternak muda.

“Konsolidasi ini penting untuk menyatukan visi dan langkah dalam menghadapi era baru perunggasan yang lebih kompetitif dan berbasis teknologi,” paparnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal GOPAN, Sugeng Wahyudi, menjelaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari program kerja triwulan organisasi. 

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah merumuskan arah kebijakan perunggasan nasional yang berpihak pada peternak rakyat.

“Kami ingin memastikan peternak rakyat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam industri perunggasan nasional,” ujarnya.

Forum Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional 2026 ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas generasi, mulai dari peternak mandiri, pelaku usaha korporasi, hingga akademisi.

Melalui dialog terbuka, para peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan baru terkait dinamika industri perunggasan serta merumuskan langkah strategis bersama ke depan.

“Harapannya, forum ini menjadi momentum penguatan kolaborasi dan persatuan peternak rakyat dalam menyongsong era baru perunggasan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tegas Sugeng

Peternak Muda

Di sisi lain, Sugeng menekankan pentingnya regenerasi dalam sektor perunggasan. 

Menurutnya, keterlibatan peternak muda sangat krusial untuk menghadirkan inovasi, efisiensi, serta keberlanjutan usaha budidaya unggas.

Karenanya Sugeng mendorong generasi muda untuk tidak hanya terlibat dalam produksi, tetapi juga mengambil peran kepemimpinan dalam komunitas peternak.

“Peternak muda harus berani tampil dan menjadi motor penggerak perubahan. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan perjuangan peternak rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng juga menyoroti pentingnya implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 tentang penyediaan, peredaran, dan pengawasan ayam ras serta telur konsumsi.

Ia berharap porsi budidaya ayam pedaging (broiler) dapat lebih banyak diserahkan kepada peternak rakyat, sehingga tercipta pemerataan ekonomi yang lebih adil.

“Jika regulasi ini dijalankan dengan baik, maka akan membuka ruang besar bagi peternak rakyat. Dampaknya, generasi muda akan semakin tertarik terjun ke sektor ini karena ada kepastian dan perlindungan usaha,” jelasnya.

Sugeng juga mendorong pemerintah, khususnya melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk melakukan intervensi pasar ketika harga jatuh, sebagaimana yang dilakukan pada sektor pertanian padi.

“Peternak kecil perlu dilindungi. Intervensi pemerintah sangat penting agar harga tetap stabil dan usaha mereka berkelanjutan,” tegasnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018