Friday, 16 October 2026


Tangani Kasus Rabies di Maros, Kementan Siapkan 1.000 Dosis Vaksin

09 May 2026, 14:32 WIBEditor : Herman

Vaksin hewan untuk penanganan rabies di Maros

TABLOIDSINARTANI.COM, Maros – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, tim gabungan langsung turun ke lapangan, melakukan investigasi, hingga vaksinasi darurat untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

Respons cepat dilakukan setelah laporan kasus diterima pada Rabu malam, 6 Mei 2026. Balai Besar Veteriner (BBV) Maros langsung berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros serta Dinas Kesehatan setempat.

Keesokan harinya, tim gabungan bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan intensif, mulai dari pengambilan sampel hingga vaksinasi hewan penular rabies (HPR).

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menegaskan penanganan cepat menjadi langkah penting agar penyebaran rabies tidak meluas dan membahayakan masyarakat.

“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak ke lapangan. Penanganan cepat menjadi kunci agar potensi penyebaran bisa dikendalikan sejak awal,” ujar Hendra di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Kepala BBV Maros, Agustia, mengungkapkan pihaknya berhasil melakukan pengujian laboratorium dalam waktu singkat. Hasil pemeriksaan menunjukkan anjing yang menggigit warga dinyatakan positif rabies.

“Kurang dari 24 jam sejak kejadian, sampel otak anjing berhasil diuji dan hasilnya positif rabies menggunakan metode Fluorescent Antibody Technique (FAT) dan Seller's,” jelas Agustia.

Anjing liar yang diduga menggigit warga ditemukan dalam kondisi mati dan langsung diamankan untuk mencegah risiko penularan lanjutan.

Sebagai langkah darurat, vaksinasi rabies langsung dilakukan di sejumlah wilayah sekitar Kecamatan Camba.

Di Desa Cempaniga, petugas memvaksin 25 ekor anjing dan satu ekor kera. Sementara di Desa Cenrana sebanyak 20 ekor anjing mendapatkan vaksin rabies. Di Desa Sawaru, dua ekor anjing divaksin, sedangkan di Desa Pattiro Deceng satu ekor kucing turut mendapat vaksinasi.

Tak hanya hewan, seluruh korban gigitan yang berjumlah enam orang juga telah mendapatkan penanganan medis dan vaksin anti rabies (VAR) dari Dinas Kesehatan setempat.

Untuk memperkuat pengendalian wabah, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan segera menyalurkan tambahan vaksin rabies ke wilayah terdampak.

Dari kebutuhan awal sebanyak 500 dosis, pemerintah meningkatkan dukungan menjadi 1.000 dosis vaksin guna mempercepat penanganan dan mencegah penyebaran rabies lebih luas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengimbau masyarakat agar rutin memvaksin hewan peliharaan dan tidak melepasliarkan hewan tanpa pengawasan.

“Kami mengajak masyarakat lebih waspada terhadap rabies dengan melakukan vaksinasi rutin pada hewan peliharaan,” ujarnya.

Selain vaksinasi, Kementerian Pertanian juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies, penanganan korban gigitan, serta pentingnya pengawasan hewan peliharaan.

Pengendalian rabies, menurut Kementan, menjadi bagian penting dalam perlindungan kesehatan masyarakat dan akan terus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu bersama seluruh pihak terkait.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018