Friday, 16 October 2026


Kementan Bidik Bone Jadi Lumbung Susu, Ini Modal Besarnya

08 Jun 2026, 09:49 WIBEditor : herman

Kawasn Pengembangan Peternakan Sapi Perah Terintegrasi di Bone, SUlawesi Selatan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bone ---  Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pengembangan kawasan sapi perah terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Program ini digadang-gadang menjadi salah satu pusat pertumbuhan sapi perah baru di Indonesia Timur sekaligus memperkuat produksi susu nasional dan ketahanan pangan.

Pengembangan kawasan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Sabtu (6/6. Pertemuan melibatkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Polbangtan Gowa, serta berbagai instansi terkait.

Koordinasi tersebut difokuskan pada sejumlah aspek krusial, mulai dari kesiapan lahan, perizinan, ketersediaan pakan, hingga penguatan kelembagaan guna memastikan program berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Salah satu modal utama yang dimiliki Kabupaten Bone adalah ketersediaan sumber pakan yang melimpah. Melalui kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara, kawasan ini memiliki potensi pemanfaatan sekitar 20.000 ton pucuk tebu setiap tahun yang dapat diolah menjadi silase sebagai pakan sapi perah.

Direktur Pakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menilai pemanfaatan limbah pertanian tersebut menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

“Pemanfaatan pucuk tebu sebagai bahan baku silase merupakan solusi strategis untuk menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun. Dengan dukungan sumber pakan yang berkelanjutan, produktivitas ternak dapat ditingkatkan sekaligus menekan biaya produksi peternak,” kata Tri Melasari.

Ia menambahkan, integrasi antara sektor peternakan dan sumber daya lokal menjadi kunci dalam membangun usaha sapi perah yang efisien, berdaya saing, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Komitmen pengembangan kawasan sapi perah terintegrasi ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bone. Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Andi Tenriawaru, hadir mewakili Bupati Bone dalam pertemuan tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan program.

Pemerintah Kabupaten Bone bersama para pemangku kepentingan saat ini terus mematangkan berbagai persiapan, terutama terkait proses perizinan, kesiapan lahan, serta penyediaan pakan yang menjadi fondasi utama keberhasilan pengembangan kawasan.

Kementerian Pertanian optimistis kawasan sapi perah terintegrasi di Bone mampu menjadi model pengembangan industri persusuan di kawasan timur Indonesia. Dukungan sumber pakan yang kuat, sinergi pemerintah pusat dan daerah, keterlibatan dunia usaha, serta dukungan lembaga pendidikan vokasi diyakini akan mempercepat terwujudnya ekosistem peternakan sapi perah yang modern dan berkelanjutan.

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018