Wednesday, 15 July 2026


Kementan Suntik Rp2,1 Miliar untuk Produksi 5.000 Parent Stock Ayam ALOPE UNHAS-1

06 Jul 2026, 07:58 WIBEditor : Gesha

Kementan menggelontorkan Rp2,1 miliar untuk memproduksi 5.000 parent stock Ayam ALOPE UNHAS-1 guna memperkuat protein hewani nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Kementan menggelontorkan Rp2,1 miliar untuk memproduksi 5.000 parent stock Ayam ALOPE UNHAS-1 guna memperkuat protein hewani nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar untuk mendukung produksi 5.000 ekor parent stock (indukan) Ayam ALOPE UNHAS-1. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat pasokan protein hewani nasional sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi ke sektor peternakan.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang diinisiasi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Mei 2026. 

Pelaksanaan program dimulai sejak Juni 2026 dengan target menghasilkan 5.000 ekor parent stock Ayam ALOPE UNHAS-1 sebagai sumber bibit ayam lokal unggul.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pembangunan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan pokok, tetapi juga harus mampu menjamin ketersediaan protein hewani berkualitas bagi masyarakat.

"Ketahanan pangan harus dibangun secara utuh, termasuk melalui penguatan penyediaan protein hewani. Inovasi anak bangsa harus menjadi solusi untuk meningkatkan produksi, memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi peternak," ujar Amran dalam keterangan resminya.

Ayam ALOPE UNHAS-1 merupakan hasil pemuliaan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yang dikembangkan sebagai ayam lokal unggul dengan produktivitas tinggi serta memiliki kemampuan adaptasi terhadap kondisi iklim tropis Indonesia. 

Kehadiran bibit unggul tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi protein hewani.

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, mengatakan kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin merupakan bagian dari upaya mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

"BRMP memiliki mandat untuk mempercepat pemanfaatan inovasi pertanian. Karena itu, hasil-hasil penelitian yang telah terbukti potensinya harus didorong agar dapat dimanfaatkan secara luas. Pengembangan Ayam ALOPE UNHAS-1 merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama BRMP dengan Universitas Hasanuddin yang diinisiasi Bapak Menteri Pertanian untuk memperkuat penyediaan sumber protein hewani sekaligus meningkatkan daya saing peternakan nasional," kata Fadjry.

Menurutnya, sinergi pemerintah dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mempercepat adopsi teknologi dan inovasi di tingkat peternak maupun pelaku usaha. 

Dengan demikian, hasil riset tidak hanya menjadi karya ilmiah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin menyambut baik dukungan Kementerian Pertanian terhadap pengembangan Ayam ALOPE UNHAS-1. 

Ia menilai dukungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pemanfaatan inovasi yang telah dihasilkan sivitas akademika Unhas.

"Kami berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan," ujarnya.

Dalam implementasinya, BRMP Peternakan dan Kesehatan Hewan Bogor akan berkoordinasi langsung dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin untuk mengembangkan indukan ayam lokal melalui sinergi sumber daya, teknologi, dan pendampingan teknis.

Kementerian Pertanian menilai kolaborasi ini menjadi salah satu strategi memperkuat ekosistem inovasi nasional, di mana hasil penelitian perguruan tinggi dapat dihilirkan menjadi produk yang memberikan nilai tambah bagi peternak sekaligus mendukung target swasembada pangan berkelanjutan.

Dengan suntikan dana Rp2,1 miliar tersebut, pemerintah berharap produksi 5.000 ekor parent stock Ayam ALOPE UNHAS-1 mampu menjadi fondasi pengembangan ayam lokal unggul di berbagai daerah, memperkuat pasokan bibit berkualitas, meningkatkan produksi protein hewani, serta mendukung ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

Reporter : Nattasya
Sumber : BRMP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018