Saturday, 08 August 2026


Dekat Kawasan Gunung Halimun, Polbangtan Ciptakan Model Peternakan Domba Modern

30 Jul 2026, 14:33 WIBEditor : Gesha

Dekat kawasan Gunung Halimun, Polbangtan Bogor menghadirkan model peternakan domba modern yang menggabungkan teknologi, kesehatan ternak, dan keberlanjutan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi -- Dekat kawasan Gunung Halimun, Polbangtan Bogor menghadirkan model peternakan domba modern yang menggabungkan teknologi, kesehatan ternak, dan keberlanjutan.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus mendorong transformasi sektor peternakan melalui pengembangan model peternakan modern yang berkelanjutan. Berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Polbangtan Bogor menghadirkan konsep Peternakan Domba Cerdas dan Selaras (Smart and Sustainable Sheep Farming) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Ternak Salaras, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Program ini diarahkan untuk membangun sistem peternakan domba yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menguatkan kelembagaan peternak, penerapan budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi, pengelolaan limbah, hingga pemasaran digital.

Ketua Tim PKM Polbangtan Bogor, Mochammad Irfan Soleh mengatakan, peternakan modern membutuhkan pendekatan yang lebih luas dibanding sekadar meningkatkan jumlah ternak. Menurutnya, keberhasilan usaha peternakan juga ditentukan oleh kemampuan peternak dalam mengelola usaha secara profesional.

“Peternakan modern tidak hanya berbicara tentang meningkatkan populasi ternak, tetapi bagaimana membangun peternak yang memiliki kelembagaan kuat, menerapkan budidaya yang baik, menjaga kesehatan ternak, memanfaatkan limbah menjadi nilai ekonomi, serta mampu memasarkan produknya secara mandiri,” ujar Irfan.

Ia menjelaskan, konsep Peternakan Domba Cerdas dan Selaras mengintegrasikan sejumlah aspek penting, mulai dari penguatan kelembagaan kelompok, penerapan Good Farming Practices (GFP), kesehatan dan kesejahteraan ternak, pemanfaatan teknologi, ekonomi sirkular, hingga strategi pemasaran berbasis digital.

Kegiatan PKM tersebut diawali dengan evaluasi kelembagaan kelompok, identifikasi permasalahan peternak, serta pemeriksaan klinis awal terhadap ternak domba. Sebanyak 30 anggota Kelompok Ternak Salaras mengikuti kegiatan yang berlangsung di sekretariat kelompok.

Tim PKM yang diketuai Mochammad Irfan Soleh bersama Arif Prastiyanto, Efri Junaedi, drh. Aulia Miftakhur Rahman, Deni Suprajat, Imas Rahayu, dan Nurbaiti Aslamiah Hafizh menerapkan pendekatan partisipatif agar program yang diberikan sesuai dengan kebutuhan peternak di lapangan.

Hasil identifikasi menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan usaha ternak domba di wilayah tersebut. Beberapa di antaranya adalah pengelolaan pemeliharaan yang masih tradisional, pencatatan reproduksi dan kesehatan ternak yang belum optimal, pemanfaatan limbah yang belum bernilai ekonomi, serta posisi tawar peternak yang masih rendah karena ketergantungan terhadap tengkulak.

Dari sisi kesehatan ternak, pemeriksaan klinis yang dilakukan dokter hewan tim PKM menunjukkan kondisi domba secara umum dalam keadaan sehat. Namun, ditemukan beberapa ternak dengan Body Condition Score (BCS) di bawah kondisi ideal sehingga membutuhkan perbaikan manajemen pakan dan pemenuhan nutrisi.

“Pemeriksaan awal ini menjadi dasar untuk menentukan materi pendampingan berikutnya, terutama terkait manajemen pakan, kesehatan ternak, dan peningkatan produktivitas,” kata Irfan.

Selama enam bulan ke depan, Polbangtan Bogor akan memberikan pendampingan secara bertahap kepada Kelompok Ternak Salaras. Materi yang diberikan mencakup Good Sheep Farming Practices, manajemen pakan dan reproduksi, kesehatan ternak, penanganan perilaku wool eating, pengolahan limbah peternakan, pemasaran digital, hingga evaluasi keberlanjutan program.

Ketua Kelompok Ternak Salaras, Sugiri, menyambut positif kehadiran Polbangtan Bogor. Ia berharap pendampingan tersebut dapat meningkatkan kemampuan anggota kelompok dalam mengembangkan usaha peternakan domba.

“Kami berharap kehadiran Polbangtan Bogor memberikan manfaat untuk meningkatkan usaha ternak sekaligus menambah pengetahuan anggota sehingga menjadi bekal dalam memajukan usaha peternakan,” ujarnya.

Melalui program ini, Polbangtan Bogor menargetkan Kelompok Ternak Salaras dapat berkembang menjadi kelompok percontohan peternakan domba modern di kawasan ekowisata Sukagalih. Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, model tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pertanian, peternakan, dan konservasi lingkungan di sekitar kawasan Gunung Halimun Salak.

Pengembangan peternakan domba berbasis teknologi dan keberlanjutan ini menjadi salah satu langkah Polbangtan Bogor dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung lahirnya peternak muda yang adaptif terhadap inovasi pertanian modern.

Reporter : Arif Prast
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018