
Telur Ayam
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, asosiasi, dan koperasi peternak guna memperluas penyerapan telur ayam ras untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk menjamin pasokan pangan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas dan berkelanjutan bagi peternak rakyat.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring beberapa waktu lalu. Pertemuan ini membahas berbagai strategi untuk mengoptimalkan penyerapan telur sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP), sekaligus menyempurnakan mekanisme kerja sama antara pemerintah dan para pelaku usaha agar implementasi Program MBG berjalan lebih efektif.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran strategis, bukan hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen penguatan pasar telur nasional.

"Kami ingin memastikan penyerapan telur ayam ras untuk Program Makan Bergizi Gratis berjalan semakin baik. Seluruh masukan dari daerah menjadi bahan evaluasi agar kemitraan yang dibangun mampu memberikan kepastian pasar bagi peternak sekaligus menjaga ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat," ujar Makmun.
Menurutnya, Kementan akan terus mengawal seluruh tindak lanjut hasil koordinasi bersama para pemangku kepentingan. Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah peningkatan koordinasi lintas sektor agar distribusi telur dari koperasi maupun pelaku usaha menuju Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat berlangsung lebih efektif, tepat sasaran, dan merata di berbagai daerah.
"Kami akan terus memperkuat koordinasi agar rantai pasok telur dari peternak hingga SPPG berjalan semakin efisien. Dengan demikian, manfaat program ini dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi peternak," tambahnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional terus melakukan penyempurnaan tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Perwakilan BGN, Yulhenri Suryansyah, mengatakan pihaknya tengah memfinalisasi petunjuk teknis (juknis) kerja sama sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.
Menurut Yulhenri, petunjuk teknis tersebut akan memberikan kepastian mekanisme kerja sama antara SPPG dengan koperasi maupun pelaku usaha penyedia bahan pangan, sehingga seluruh proses berjalan lebih jelas, transparan, dan memiliki kepastian hukum.
"Kami sedang memfinalisasi petunjuk teknis kerja sama agar seluruh proses memiliki kepastian hukum dan operasional yang jelas. Selain itu, BGN juga menyiapkan saluran pengaduan sehingga setiap kendala di lapangan dapat segera ditindaklanjuti," katanya.
Langkah pemerintah tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan koperasi peternak. Mereka menilai komunikasi yang intensif antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi fondasi penting untuk memperluas kemitraan sekaligus meningkatkan kepercayaan peternak dalam memasok telur bagi Program Makan Bergizi Gratis.
Perwakilan Pusat Koperasi Gugus Ternak Jawa Timur (Puskop GTJ), Ali, berharap kerja sama antara koperasi dan SPPG dapat terus diperluas sehingga semakin banyak peternak rakyat yang memperoleh akses pasar yang stabil.
"Kami berharap kerja sama antara koperasi dan SPPG dapat semakin luas sehingga peternak memiliki akses pasar yang lebih pasti. Dengan koordinasi yang terus diperkuat, kami optimistis manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi peternak rakyat," ujarnya.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak juga sepakat untuk terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program agar penyerapan telur ayam ras semakin optimal di berbagai wilayah. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus mengawal implementasi berbagai kesepakatan sehingga peluang kemitraan dapat dimanfaatkan lebih banyak koperasi dan kelompok peternak.