Monday, 12 October 2026


BAZNAS Gandeng HPDKI, Peternak Domba-Kambing Dapat Akses Pasar Kurban

18 Sep 2026, 16:18 WIBEditor : Gesha

BAZNAS RI menggandeng HPDKI memperkuat ekosistem peternakan domba-kambing, sekaligus membuka akses pasar untuk kebutuhan kurban dan dam.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – BAZNAS RI menggandeng HPDKI memperkuat ekosistem peternakan domba-kambing, sekaligus membuka akses pasar untuk kebutuhan kurban dan dam.

Peternak domba dan kambing lokal mendapat peluang pasar baru. 

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) untuk memperkuat ekosistem peternakan sekaligus membuka akses pasar untuk kebutuhan kurban, dam, dan akikah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan HPDKI dalam Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Kolaborasi ini tidak sekadar berkaitan dengan pengadaan hewan untuk kebutuhan ibadah. 

BAZNAS dan HPDKI juga mendorong pemberdayaan ekonomi peternak, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan penghimpunan dan pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Salah satu poin penting kerja sama tersebut adalah pengadaan ternak domba dan kambing untuk kebutuhan kurban, dam, dan akikah. 

Dengan adanya penguatan rantai pasok, ternak yang dihasilkan peternak lokal diharapkan memiliki akses pasar yang lebih jelas.

Bagi peternak, kepastian pasar menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan usaha. 

Sebab, produksi ternak tidak berhenti pada persoalan pemeliharaan.

Peternak juga harus memastikan ternak dapat terserap pasar dengan harga yang memberikan keuntungan layak.

Pimpinan BAZNAS RI Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, kerja sama dengan HPDKI menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk memperluas program pemberdayaan peternak domba dan kambing secara berkelanjutan.

Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat usaha peternakan mulai dari pemeliharaan hingga pemasaran hasil ternak.

Artinya, pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan modal. 

Peternak juga didorong memiliki kemampuan teknis, mengembangkan usaha, serta memperoleh akses pasar.

Konsep ini sejalan dengan program Balai Ternak BAZNAS. 

Dalam program tersebut, mustahik mendapatkan modal produktif, pelatihan, pendampingan, pengawasan, hingga bantuan pemasaran hasil ternak. 

BAZNAS juga mengembangkan kegiatan pembibitan, penggemukan, penyediaan pakan, pemasaran, hingga pengolahan hasil peternakan.

Data BAZNAS menunjukkan program Balai Ternak saat ini tercatat mencakup 18 balai, 37 kelompok, 32 desa dan 26 kecamatan, dengan 781 peternak mustahik yang terdiri atas 693 laki-laki dan 88 perempuan.

Potensi pasar untuk domba dan kambing juga tidak kecil. 

Data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mencatat populasi kambing Indonesia berdasarkan baseline Sensus Pertanian 2023 mencapai sekitar 14,37 juta ekor, sedangkan populasi domba sekitar 4,36 juta ekor.

Besarnya populasi tersebut menunjukkan bahwa domba dan kambing merupakan bagian penting dari subsektor peternakan rakyat.

Di sisi lain, kebutuhan hewan kurban menjadi salah satu pasar yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat rantai usaha peternak. 

BAZNAS sendiri pada program Kurban Berkah 2026 menargetkan distribusi kurban sebanyak 6.000 setara domba atau kambing, sementara program dam diproyeksikan mencapai 10.000 setara doka.

Pada saat yang sama, BAZNAS mencatat telah mengonsolidasikan 2.781 ekor ternak dari Balai Ternak BAZNAS dan mitra pemberdayaan peternak untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Data tersebut memperlihatkan bagaimana kebutuhan ibadah dapat dihubungkan dengan kegiatan ekonomi peternak. 

Ternak yang dibeli untuk kurban tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi peternak lokal.

Bahkan pada program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, BAZNAS memberdayakan 2.089 peternak mustahik di 15 provinsi. 

Sepanjang 2026, BAZNAS menyiapkan 3.359 ekor ternak bakalan jantan komoditas lokal yang dikelola para peternak binaan dengan total penyaluran dana mencapai Rp39,22 miliar.

Ketua Umum HPDKI Ir. Yudi Guntara Noor, S.Pt., IPU. mengatakan, optimalisasi penyerapan ternak lokal untuk kebutuhan ibadah, termasuk dam haji dan kurban, penting untuk memperkuat posisi peternak.

Menurut dia, penguatan ekosistem tersebut diharapkan menciptakan kepastian pasar dan harga sehingga usaha peternakan domba dan kambing dapat berkembang di berbagai daerah.

Kerja sama BAZNAS dan HPDKI kemudian diarahkan agar rantai tersebut semakin terhubung. Peternak tidak hanya didorong meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki jalur pemasaran yang lebih luas.

Hal ini menjadi penting karena kebutuhan pasar kurban memiliki karakter musiman.

Jika produksi, kualitas, distribusi, dan pemasaran tidak disiapkan sejak awal, peternak dapat kesulitan memanfaatkan momentum permintaan yang meningkat.

Dalam agenda yang sama, HPDKI memberikan penghargaan kepada BAZNAS RI sebagai Lembaga Pemberdaya Peternak Domba Nasional.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BAZNAS dalam memperkuat ekonomi peternak skala kecil melalui program Balai Ternak domba dan kambing. 

BAZNAS menyebut penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat kecil, khususnya peternak domba.

Program Balai Ternak sendiri telah digunakan BAZNAS sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan. 

Peternak tidak hanya memperoleh bantuan produktif, tetapi juga pendampingan dan akses pemasaran.

Sebelumnya, BAZNAS mencatat program kurban telah melibatkan ratusan peternak binaan. 

Pada program Kurban Berkah 2023, misalnya, sebanyak 440 peternak mustahik dilibatkan dan mendapatkan manfaat dari penjualan ternak menjelang Iduladha.

Pada 2025, BAZNAS juga melaksanakan Kurban Berkah di 43 titik Balai Ternak. 

Saat itu, sebanyak 3.582 setara kambing dan domba disediakan oleh Balai Ternak BAZNAS untuk kebutuhan kurban.

Kerja sama BAZNAS dan HPDKI pada akhirnya membawa isu peternakan ke tahap yang lebih luas.

Tantangannya bukan hanya bagaimana menghasilkan domba dan kambing yang sehat dan berkualitas, tetapi bagaimana ternak tersebut memiliki pasar yang jelas.

Melalui kolaborasi ini, pengadaan ternak untuk kurban, dam dan akikah diharapkan dapat terhubung dengan peternak lokal. 

Pada saat bersamaan, peningkatan kapasitas peternak dan penguatan kelembagaan diharapkan membuat usaha peternakan lebih berkelanjutan.

BAZNAS juga akan memperkuat pengelolaan ZIS-DSKL di lingkungan HPDKI melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan optimalisasi zakat perusahaan.

Dengan demikian, kolaborasi tersebut memiliki dua jalur sekaligus: memperkuat penghimpunan dana sosial keagamaan dan mengarahkannya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

BAZNAS menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan dan memperluas program Balai Ternak sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan usaha mikro peternakan, serta dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam agenda tersebut, antara lain Menteri PPN/Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, MS; Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Dr. drh. Agung Suganda, M.Si.; Ketua Dewan Pembina HPDKI Teten Masduki; serta Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita.

Dari BAZNAS RI hadir Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo beserta jajaran.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018