Monday, 12 October 2026


Jaga Harga Jagung untuk Peternak, Bulog Deraskan Penyaluran

22 Sep 2026, 12:53 WIBEditor : Yulianto

Jagung untuk pakan ternak

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perum BULOG terus memperkuat pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak. Dari target penyaluran SPHP Jagung tahun 2026 sebesar 241,2 ribu ton. Dari jumlah tersebut pembelian oleh koperasi mencapai 159,3 ribu ton, setara 66,05 persen dari target.

Capaian tersebut menunjukkan SPHP Jagung terus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pakan peternak. Dengan realisasi harian tercatat sebesar 259,65 ton, sehingga  masih terdapat sekitar 81,9 ribu ton dari target program yang terus didorong penyelesaiannya.

Pelaksanaan SPHP Jagung tahun 2026 mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 serta Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP Jagung di tingkat konsumen.

Sejalan dengan pelaksanaan program tersebut, pemerintah kembali memperkuat dukungan kepada sektor peternakan melalui kebijakan penyaluran SPHP jagung pakan sebanyak 150.000 ton sampai Desember 2026.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu kesimpulan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan mengenai Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 yang digelar pada 7 September 2026 dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Risalah Rakortas menyebutkan tambahan penyaluran diarahkan untuk mendukung kebutuhan peternak skala menengah/UMKM, terutama dalam mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kondisi kemarau.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, BULOG siap menjalankan kebijakan pemerintah tersebut dengan memastikan kesiapan stok serta memperkuat koordinasi agar jagung pakan dapat menjangkau peternak yang menjadi sasaran program.

“Realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66 persen menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan peternak,” katanya.

Dengan adanya kebijakan penyaluran tambahan 150 ribu ton hingga Desember 2026, BULOG siap menjalankan penugasan pemerintah dan memastikan jagung pakan tersedia serta dapat diakses peternak sesuai ketentuan.

Menurut Rizal, penguatan SPHP Jagung memiliki arti penting karena biaya pakan menjadi salah satu komponen utama dalam kegiatan usaha peternakan. Karena itu, ketersediaan jagung pakan dengan harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung kestabilan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.

BULOG akan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pelaksanaan SPHP Jagung berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dengan penguatan penyaluran hingga akhir tahun, BULOG berkomitmen menjalankan amanah pemerintah dalam menjaga ketersediaan jagung pakan dan mendukung keberlanjutan usaha peternak sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018