Sabtu, 07 Desember 2019


Palembang Kesulitan Awasi Pemotongan Sapi Betina

07 Apr 2016, 13:05 WIBEditor : Kontributor

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Amrozi Minah mengakui masih kesulitan untuk mengawasi penjualan sapi betina di luar rumah pemotongan hewan. "Peternak tradisional biasanya menjual sapinya kalau sedang kesulitan uang dan saat hari raya. Kita enggak bisa melarang karena memang haknya," jelasnya.

Penjualan sapi betina produktif jika berlangsung terus menerus akan berakibat kurangnya indukan dan mengancam keberlangsungan populasi sapi di Sumatera Selatan. Kelangkaan sapi potong pun pada akhirnya akan berakibat tingginya harga yang harus dibeli konsumen.

 "Selama ini Pemprov memenuhi kebutuhan lewat peternak sapi lokal. Sedangkan untuk hari-hari besar (hari raya), kami mendatangkan sapi dari Lampung dan Indralaya," tuturnya.

Meski banyak membutuhkan daging sapi, Kadis Peternakan menghimbau agar sapi betina produktif jangan sampai disembelih. "Makanya kita melakukan pengawasan ke rumah potong hewan," jelasnya.

Kebutuhan daging sapi di   Kota Palembang mencapai  80-90ekor setiap hari. "Belum lagi wilayah Kabupaten dan Kota lain dalam satu provinsi Sumatera Selatan," tutur Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Amrozi Minah yang ditemui Sinar Tani dalam acara Temu Koordinasi Kehumasan di Palembang.

Ke depannya, Palembang akan membangun Rumah Potong Hewan (RPH) modern untuk memenuhi kebutuhan daging. "Apalagi untuk Asian Games kebutuhan akan jauh lebih banyak," imbuhnya. Gsh/Som

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018