Jumat, 13 Desember 2019


Virus Jembrana Intai Ternak Sapi Bali

19 Apr 2016, 11:22 WIBEditor : Kontributor

 

Selama beberapa bulan terakhir, peternak sapi Bali di Sumatera tengah menghadapi masalah serius. Banyak sapi yang mati karena terserang virus Jembrana.

"Virus ini sesuai namanya hanya menyerang dan bersifat patogen pada jenis sapi Bali saja," ungkap Peneliti Genetika Molekuler Hewan, Pusat Penelitian Bioteknologi, LIPI, Indriawati ketika dihubungi oleh Sinar Tani.

Gejala umum yang terjadi adalah demam tinggi, keringat darah hingga lendir yang berlebihan di sekitar mulut dan hidung. "Kematian ternak setelah infeksi biasanya 1-2 minggu," jelasnya.

Penularan penyakit jembrana dari sapi ke sapi lainnya diperkirakan oleh serangga penghisap darah seperti lalat (lalat tapis) caplak dan nyamuk.

Sesuai namanya, penyakit sapi ini disebut penyakit jembrana karena wilayah pertama kali terjadinya wabah adalah di Kabupaten Jembrana, di Bali bagian barat, tepatnya di Desa Sangkaragung, Kecamatan Jembrana. Wabah penyakit muncul pertama kali Desember 1964, menyerang sapi bali dan kerbau.

Berdasarkan informasi dari website Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, penanggulangan penyakit secara umum dilakukan dengan cara pencegahan dan pengobatan.

"Tindakan pencegahan meliputi karantina (memisahkan sapi yang baru datang), Isolasi  (memisahkan sapi yg sakit), sanitasi (membersihkan kandang setiap hari), spraying (menyemprot kandang dengan anti serangga), hingga vaksinasi Jembrana," seperti dilansir website Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok.

Indriawati masih belum mengetahui penyebab kematian sapi Bali di Sumatera. Namun berdasarkan penelitiannya di tahun 2013, provinsi Kalimantan Selatan memiliki sejarah penyebaran virus Jembrana. "Penyakit endemik ini selalu timbul saat sapi Bali dimasukkan ke Kalsel," tuturnya.

Deteksi penyakit Jembrana ini umumnya dilakukan secara serologi (reaksi dalam tubuh terhadap virus). "LIPI sendiri sudah penelitian  mengusahakan dengan cara biologi molekuler sehingga lebih tepat dan cepat. Proses deteksi penyakit jembrana ini memerlukan waktu kurang lebih tiga jam," tutupnya. Gsh

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018