Sabtu, 07 Desember 2019


Memproduksi Vaksin Hewan dengan Teknologi Bioreaktor

16 Mei 2016, 11:36 WIBEditor : Ika Rahayu

Kalangan pabrikan besar penghasil vaksin hewan kini mulai banyak yang beralih mengaplikasikan teknologi bioreaktor, karena cara ini dinilai bisa menekan cost produksi dan dapat menghasilkan vaksin dalam jumlah besar dengan cepat.

Praktisi di bidang peralatan produksi vaksin asal Singapura, Xiang Liang Lin, dalam seminar “kultur sel” yang diselenggarakan EO-GITA, di Jakarta, mengemukakan bahwa kebutuhan akan vaksin hewan di dunia belakangan ini meningkat pesat seiring banyak terjadinya wabah penyakit hewan yang meluas (pandemik).

Produksi vaksin dengan teknologi konvensional menggunakan telur ayam berembrio (telur SPF/Specific Pathogen Free) memiliki banyak kelemahan di antaranya membutuhkan waktu lama dan menyebabkan beban biaya tinggi sehingga berdampak pada relatif mahalnya harga vaksin hewan yang dihasilkan.

Dalam menghadapi kondisi pandemik penyakit hewan terutama yang bersifat zoonosis (yang dapat menular dari hewan ke manusia) diperlukan jumlah vaksin yang lebih banyak dan lebih cepat dalam pembuatannya dan tentu dengan harga yang terjangkau mengingat pandemik penyakit hewan juga banyak terjadi di negara miskin dan negara berkembang. “Untuk itu, kini teknik dengan menggunakan perangkat bioreaktor menjadi pilihan dalam memproduksi vaksin hewan,” jelasnya.

Produksi vaksin anti virus untuk pengendalian/pencegahan penyakit hewan, menurut XL Ling, merupakan kegiatan yang rumit karena di dalamnya terjadi suatu proses biologis perbanyakan sel virus. Sementara sifat sel hewan sendiri sangat rentan terhadap shear stress dan kondisi lingkungan di mana dia berada.

Perangkat bioreaktor yang merupakan sistem tertutup sangat mendukung berjalan lancarnya suatu proses bioteknologi dan memberikan lingkungan yang mendukung pertumbuhan atau perkembangbiakan mikroorganisme termasuk sel virus.

“Kami dari VacciXCel menawarkan CelCradle, perangkat untuk memproduksi vaksin yang sangat mendukung proses perbanyak sel virus. Kami berharap sarana ini bisa meluas digunakan di negara berkembang termasuk Indonesia,” tuturnya.

Menggunakan sarana pembiak sel berbentuk botol air mineral dengan pergerakan secara vertikal (ke atas-ke bawah) memungkinkan sel virus mendapatkan nutrisi sekaligus oksigen secara cukup sehingga sel akan tumbuh dan bereproduksi secara optimal. “Perangkat CelCradle sangat praktis dan mudah dioperasikan. Proses pemanenan sel virusnya juga menjadi lebih mudah,” kata CEO VacciXCell itu.

Tahap Memperkenalkan

Pimpinan PT. Esco Utama (perusahaan distributor perangkat CelCradle), Theresia Wibisono, menjawab wartawan mengemukakan bahwa penggunaan perangkat bioreaktor merupakan hal baru bagi kalangan industri vaksin hewan di Indonesia.

Karena itu pihaknya saat ini masih dalam tahap memperkenalkan dengan harapan nantinya bisa dimanfaatkan secara meluas, mengingat di Indonesia sendiri kebutuhan akan vaksin hewan juga terus meningkat seiring terus berkembangnya kegiatan pemeliharaan ternak untuk menghasilkan bahan pangan sumber protein hewani.

Di berbagai belahan dunia terutama di AS, Jepang dan Cina perangkat bioreaktor sudah bukan barang baru lagi dan sejauh ini teknologi pembuatan vaksin hewan berbasis teknologi bioreaktor terus berkembang mengikuti tuntutan pasar dan kebutuhan dari industri penggunanya.

“Yang pasti karena telah dapat membuktikan bisa menghasilkan bakteri atau virus lebih banyak dalam pembuatan vaksin dengan biaya yang lebih efisien maka peralatan bioreaktor kian banyak menjadi pilihan perusahaan penghasil vaksin besar dunia,” tutur Theresia.

Efisiensi dalam pengeluaran biaya produksi dinilainya penting karena masyarakat juga makin menuntut vaksin bisa didapat dengan harga yang terjangkau. Saat ini harga vaksin hewan dinilai masih relatif tinggi sehingga diperlukan upaya-upaya untuk dapat menekannya hingga menjadi lebih murah.

“Kami rasa salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menurunkan biaya dalam pembuatannya dan itu bisa dilakukan dengan penggunaan perangkat bioreaktor seperti yang kami telah distribusikan,” ujarnya. Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018