Rabu, 12 Desember 2018


Peternak Ayam Cianjur dan Sukabumi Sukacita Dapat Jagung

11 Nov 2018, 21:59 WIBEditor : Gesha

Peternak mengapresiasi distribusi jagung yang sudah lancar | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

Hore, Peternak Ayam bisa dapat jagung langsung

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Pemerintah  bergerak cepat menanggulangi keluhan para peternak atas kebutuhan bahan pakan ternak terutama jagung. Di beberapa wilayah terutama Pulau Jawa, Kementerian Pertanian mengawal langsung pendistribusian jagung kepada para peternak. Seperti sukacita yang dirasakan peternak ayam di Cianjur dan Sukabumi.

Salah satu penerima bantuan yang berasal dari Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Andi merasa bahagia atas hadirnya pemerintah ditengah kesulitan mereka. “Alhamdulillah Kementerian Pertanian sekarang sangat responsif terhadap kesulitan peternak kecil seperti kita. Saya sangat berterima kasih sekali untuk bantuan ini” ucapnya usai menerima jagung dari Kementan.

Lebih jauh Andi menuturkan jagung yang ada saat ini harganya mencapai 4.500 s/d 5.000 perkilogram, hal ini sangat merugikan peternak kecil.

Penyaluran jagung juga diberikan kepada peternak ayam di Sukabumi, Robby sebagai peternak dari PT. Inti Prima Satwa Sejahtera. "Kami sangat berterima kasih sekali kepada Pemerintah khususnya Bapak Menteri Pertanian, telah membantu dengan gerak cepat menyalurkan jagung langsung kepada kami peternak ayam", jelas Robby.

Orang tua Robby yaitu Titih Sugandi yang dulunya sebagai peternak ayam, ikut menyampaikan rasa senangnya, bahkan dirinya juga menyampaikan pendapatnya terkait impor jagung. "Untuk apa impor, kalau impor itu bikin kaya petani di Berasil dan Amerika aja, lebih baik bikin kaya petani Indonesia", ungkap Titih.

Menurut Titih, masalah utama yang dirasakan peternak dalah pada pemenuhan pakan yg diakibatkan komunikasi dan distribusi.

Apa yang dikatakan Titih sangat beralasan, karena produksi jagung banyak, tapi distribusinya tidak merata, sehingga ada yang berlebih dan ada yang kurang. "Mungkin juga ada spekulan yang bermain memanfaatkan situasi ini," ujar Titih.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syamsul Ma’arif menuturkan jagung ini dibutuhkan segera agar peternakan ini tidak mati. Yang dikhawatirakan adanya ketidakstabilan produk unggas, sehingga para peternak merasakan kehadiran Pemerintah di tengah-tengah mereka.

“Kejadian ini (harapannya) tidak memberikan trauma terhadap peternak muda karena pemerintah tidak melepas begitu saja terhadap kesulitan para peternak”, terang Ma'arif lebih lanjut.

Pendistribusian jagung ini dilakukan serentak di sejumlah provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dengan total mencapai 12 ribu ton. Selain Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, sebelumnya Kabupaten Bogor juga telah menerima 75,5 ton jagung yang juga dikawal oleh Kementan dan didistribusikan langsung kepada para peternak.

Adapun pengalokasian distribusi jagung yang diberikan untuk Provinsi Jawa Barat total berjumlah 500 ton. Dari total tersebut secara bertahap akan disalurkan, tahap awal masing-masing 100 ton untuk Kabupaten Cianjur Dan Kabupaten Sukabumi.

Ma'arif menyebutkan pendistribusian jagung untuk Kabupaten Cianjur diangkut mengunakan 10 truk yang langsung diserahkan kepada kelompok peternak ayam petelur yang tergabung dalam Koperasi Sarana Satwa dan 10 truk untuk Kabupaten Sukabumi diterima oleh PT. Inti Prima Satwa Sejahtera.

 

 

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018