Sabtu, 25 Mei 2019


Upsus SIWAB Terbukti Tingkatkan Populasi Sekaligus Sejahterakan Peternak

10 Jan 2019, 16:53 WIBEditor : Gesha

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengklaim Upsus Siwab bisa meningkatkan populasi dan sejahterakan peternak | Sumber Foto:DITJEN PKH

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---- Kementerian Pertanian telah mencanangkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) sejak Oktober 2016. Dua tahun berjalan, upaya tersebut telah bisa meningkatkan populasi sekaligus sejahterakan peternak.

Hal ini terlihat dari rata-rata pertumbuhan populasi sapi-kerbau dari sesudah program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) dan Upsus Siwab (2014-2017) mengalami kenaikan sebesar 3,86 persen per tahun.

"Dibanding pertumbuhan populasi sebelum program GBIB dan Upsus Siwab (2012 – 2014) dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya sebesar 1,03 persen," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita pada acara Bincang Asyik Pertanian Indonesia (BAKPIA), Selasa (8/1).

Dalam dua tahun pelaksanaan program, capaian kinerja program Upsus Siwab sangat fantastis. Hal ini terlihat dari pelayanan Inseminasi Buatan/IB dari Januari 2017 hingga 31 Desember 2018 telah terealisasi 7.964.131 ekor.

Kelahiran pedet mencapai 2.743.902 ekor atau setara Rp 21,95 Triliun dengan asumsi harga satu pedet lepas sapih sebesar Rp 8 juta per ekor.

Nilai yang sangat fantastis mengingat investasi program Upsus Siwab pada 2017 sebesar Rp 1,41 triliun, sehingga ada kenaikan nilai tambah di peternak sebesar Rp 20,54 Triliun.

“Esensi Upsus Siwab adalah mengubah pola pikir petani ternak domestik yang cara beternak peternaknya selama ini masih bersifat sambilan diarahkan ke praktik beternak yang menuju ke arah profit dan menguntungkan bagi peternak”, kata I Ketut Diarmita.

selain percepatan peningkatan populasi sapi dan mengubah pola pikir peternak dampak Upsus Siwab juga mampu menurunkan pemotongan betina produktif melalui kerja sama dengan Baharkam Polri.

Pemotongan sapi dan kerbau betina produktif secara nasional pada periode Januari  sampai November 2018 sebanyak 8.514 ekor.

Jumlah pemotongan tersebut menurun 57,12 persen dibandingkan dengan pemotongan sapi dan kerbau betina produktif pada periode yang sama pada 2017.

Untuk diketahui, Upsus Siwab merupakan keberlanjutan dari program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) sebelumnya, namun lebih komprehensif dengan lebih mengoptimalkan pelayanan reproduksi kepada sapi-sapi milik peternak.

Untuk mensukseskan pelaksanaan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan tersebut telah dibuat program terobosan Ditjen PKH: 1). Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab); 2). Penambahan sapi indukan impor; 3).; Peningkatan status kesehatan hewan; 4). Penjaminan keamanan pangan asal ternak.

Sedangkan program pendukung: 1). Skim pembiayaan, investasi dan asuransi ternak; 2). Penjaminan supply bibit unggas; dan 3). Peningkatan kualitas bibit ternak (pengembangan sapi Belgian Blue).

Tingkatkan Kualitas

Upsus Siwab juga telah mampu menghasilkan sapi-sapi yang berkualitas dengan peningkatan kualitas sumber daya genetik ternak sapi.

“Untuk meningkatkan produksi daging sapi, Kementan juga melakukan pengembangan sapi Belgian Blue yang memiliki perototan besar yang beratnya bisa mencapai diatas 1,2 sampai 1,6 ton," ungkap I Ketut Diarmita.

Belgian Blue bukan sapi biasa karena pertambahan bobot badannya tinggi sekali, per hari bisa mencapai 1,2 sampai 1,6 kilogram.

Sampai saat ini, berdasarkan data dari Kementan telah ada 124 ekor kelahiran sapi Belgian Blue yang berhasil dikembangbiakkan baik dari hasil Transfer Embrio (TE) maupun Inseminasi Buatan (IB) dan sudah ada sebanyak 416 ekor sapi bunting.

Kementan menargetkan kelahiran 1.000 pedet Belgian Blue pada 2019 mendatang, baik melalui IB maupun TE.

Reporter : Enno
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018