Kamis, 21 Maret 2019


Dirjen PKH : Fakta kok, Impor Jagung Pakan Turun Spektakuler

18 Peb 2019, 13:40 WIBEditor : Gesha

Ditjen PKH memastikan impor jagung pakan turun spektakuler | Sumber Foto:ISTIMEWA

Impor jagung turun spektakuler itu, saya pastikan yang dimaksud adalah jagung pakan ternak, karena porsi impor jagung pakan ternak waktu lalu jumlahnya sangat besar, jutaan ton per tahun.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam debat Calon Presiden (Capres) yang digelar Minggu (17/2) Joko Widodo sebagai Capres nomor Urut 01 menegaskan impor jagung sejak 2014 hingga 2018 turun secara spektakuler.

“Impor jagung turun spektakuler itu, saya pastikan yang dimaksud adalah jagung pakan ternak, karena porsi impor jagung pakan ternak waktu lalu jumlahnya sangat besar, jutaan ton per tahun,” ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita membenarkan pernyataan Capres Jokowi.

Melansir data BPS, total impor jagung di tahun 2013 sebesar 3,29 juta ton senilai US$ 983,8 juta.

Dengan program menanam jagung besar-besaran pada era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman impor jagung untuk pakan ternak dapat ditekan secara signifikan.

Pada 2016 impor jagung turun drastis dan pada 2017 tidak ada impor jagung pakan ternak.

“Hati-hati terkait data impor jagung ini, karena ada beberapa kode HS (Harmonized System –red) dan jagung bukan merupakan produk tunggal. Jadi jangan dipersepsikan bahwa impor tersebut seluruhnya digunakan sebagai bahan pakan. Kementerian Pertanian sejak tahun 2018 tidak lagi  mengeluarkan rekomendasi impor jagung untuk pakan ternak," jelas I Ketut.

Karena itu, Ketut menuturkan jika terdapat angka selisih sedikit tentang angka impor itu bisa jadi karena ada jagung segar untuk benih dan brondong serta jagung olahan yang dapat berupa maizena, jagung giling, pati jagung, minyak jagung, sekam, dedak, bungkil dan residu lainnya.

Sehingga, data yang disampaikan pada beberapa media itu, angkanya kurang tepat.

“Saya yang lebih tahu tentang impor jagung pakan ternak ini karena sebelum tahun 2018 saya yang mengeluarkan rekomendasi impor jagung pakan ternak, dan atas kebijakan Menteri Amran, pada tahun 2017 zero impor jagung pakan ternak,” pungkasnya.

Reporter : Makmur
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018