Sabtu, 25 Mei 2019


Inilah 10 Langkah Stabilkan Harga Daging Ayam

12 Mar 2019, 12:39 WIBEditor : Yul

Menyiapkan langkah menjaga stabilitas harga ayam.

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA -- Harga daging ayam di pasar tradisional sejumlah daerah sedang mengalami penurunan. Guna menyelamatkan peternak dari kerugian yang semakin besar, menyusul turunnya harga ayam hidup (live bird), Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menyiapkan langkah menjaga stabilitas harga ayam.

Pertama, memastikan kondisi kapasitas tampung cold storage di masing-masing pelaku usaha. “Kami menghimbau integrator untuk memaksimalkan kapasitas pemotongan di RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan kapasitas cold storage,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita.

Menurut Ketut, pasar untuk komoditas unggas di Indonesia saat ini didominasi fresh commodity, sehingga produk mudah rusak. Untuk itu Ia berharap hasil usahanya agar tidak lagi dijual sebagai ayam segar melainkan ayam beku, ayam olahan, ataupun inovasi produk lainnya.

“Kami juga meminta kepada pihak integrator untuk tidak menjual ayam hidup ke pasar tradisional. Jika hal ini dilaksanakan dengan baik, maka harga di peternak (farm gate) dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Kedua, ungkap Ketut, pihaknya menginstruksikan penundaan-penundaan setting telur ayam tetas atau Hetching Egg (HE) selama 1-2 minggu untuk semua perusahaan Parent Stock. Ketiga, menghimbau pelaku usaha pembibit meningkatkan kualitas DOC (day old chicken) atau anak ayam umur sehari dengan menerapkan sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia).

Keempat, pelaku usaha, terutama integrator untuk dapat memanfaatkan secara optimal peran duta ayam dan telur dalam rangka promosi konsumsi produk unggas. Selain itu menggalakkan kampanye konsumsi protein hewani agar dapat mendongkrak naiknya konsumsi per kapita per tahun.

Dengan meningkatnya konsumsi protein hewani akan berdampak terhadap peningkatan permintaan produk hewan, termasuk daging unggas, sehingga dapat meningkatkan serapan pasokan unggas di dalam negeri. “Saya berharap semua pihak perunggasan terutama industri perunggasan terus meningkatkan kampanye tentang pentingnya konsumsi protein hewani, kata Diarmita.

Kelima, menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap budidaya ayam ras, serta pendataan para peternak dan populasi ayam ras di wilayahnya, baik peternak mandiri maupun milik integrator.

Keenam, lanjut Ketut, menghimbau pelaku usaha agar tahun-tahun berikutnya dapat mengukur jumlah chick-in ayam, khususnya pada Januari agar tidak terjadi kejadian yang sama seperti tahun ini guna menjaga keseimbangan produksi dan permintaan.

Reporter : yulianto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018