Selasa, 26 Maret 2019


Hadapi Pasar Bebas, SDM Peternakan Harus Punya Power

12 Mar 2019, 22:10 WIBEditor : Gesha

Bibit sapi potong unggul tengah dipersiapkan pemerintah, tetapi kompetensi SDM Peternak perlu terus ditingkatkan | Sumber Foto:NATTASYA

Pengembangan usaha sapi potong dapat terlaksana dengan baik jika ditunjang selain dengan aspek produksi juga dari aspek manajemen usaha sapi potong yang dipengaruhi oleh tingkat kompetensi peternak.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Subsektor peternakan kini makin terasa head to head langsung dengan pasar bebas dunia. Karenanya, sumberdaya manusia (SDM) Peternakan harus punya power.

"Kita harus meningkatkan produktivitas peternak kita melalui program pelatihan yang memang sudah kita susun dengan kebutuhan peternak itu sendiri. Mulai dari pelatihan pakan ternak, produksi termasuk meningkatkan inseminasi itu sendiri. Target kita memang terjadi peningkatan produksi di peternakan itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri," tutur Kepala Pusat Pelatihan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Bustanul Arifin Caya.

Pengembangan usaha sapi potong dapat terlaksana dengan baik jika ditunjang selain dengan aspek produksi juga dari aspek manajemen usaha sapi potong yang dipengaruhi oleh tingkat kompetensi peternak.

Proses kompetensi SDM Peternakan dimulai dengan bergabung peternak melalui komunitas beternak dalam kelembagaan peternak, sehingga dapat memperoleh pengalaman, informasi dan pengetahuan dari sesama peternak anggota kelompok yang berhasil dalam usaha peternakannya.

Kelompok juga dapat menjadi media untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap anggota, sebagai unit produksi yaitu kelompok dapat mencapai skala ekonomi yang efesien dalam memproduksi usahanya serta sebagai wahana kerjasama diantara sesama anggota, kerjasama dengan kelompok atau pihak lain sehingga   produktivitas kelompok dan masing-masing anggota meningkat juga sebagai kelompok usaha.

Kemudian, peternak harus berani membawa dirinya untuk mencari berbagai informasi berkaitan dengan usahanya. Termasuk belajar melalui pelatihan sebagai bentuk kegiatan pendidikan non formal dapat menunjang kebutuhannya. Peternak harus bekerjasama dengan kelembagaan mitra seperti pedagang, pengecer yang perannya sebagai salah satu bentuk saluran informasi berkaitan dengan informasi pemasaran.

Tak lupa dukungan penyuluhan dengan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan usahanya, misalnya berbagai inovasi yang perlu diterapkan sebagai informasi dan pengetahuan teknis tentang pengelolaan usaha.

Paling penting adalah jiwa kewirausahaan yang memiliki peranan strategis dalam mencptakan pelaku bisnis dan perusahaan termasuk usaha sapi potong yang akan mampu untuk terus-menerus meningkatkan efesisensi, produktivitas, dan inovasi guna meningkatkan daya saing produk peternakan.

Untuk diketahui, jiwa dan sikap kewirausahaan merupakan proses kreatif dan inovatif dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap percaya diri (yakni : optimis, penuh komitmen), berinisiatif (energik dan percaya diri), memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan kedepan), memiliki jiwa kepemimpinan  (berani tampil berbeda) dan berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan karena itu suka akan tantangan).

 

 

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018