Selasa, 21 Mei 2019


Lahirkan Anak Kembar, Bibit BIB Banjarbaru Siap Bersaing

09 Apr 2019, 17:19 WIBEditor : Yulianto

BIB Banjarbaru kini mampu menghasilkan bibit sapi limousin | Sumber Foto:Yulianto

BIB Banjarbaru mampu memproduksi straw/bibit yang jika disuntikkan ke rahim induk sapi, maka akan melahirkan anak sapi sesuai yang diinginkan

TABLOIDSINARTANI.COM, Hulu Sungai Tengah---Produksi straw/benih/bibit produksi Balai Inseminasi Buatan (BIB) Banjarbaru kini siap bersaing dengan BIB yang ada di seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Terbukti dengan banyaknya pesanan straw/bibit/benih pejantan dari luar provinsi seperti Sulawesi, Banten, Aceh dan NTB.

Bahkan di lapangan telah dibuktikan hasil IB dari straw produksi BIB Banjarbaru dengan jenis sapi Limosin mampu mencapai berat lahir 45 kg.  Tahun 2019 ini, ditargetkan IB naik menjadi 95.000 dosis dan tahun 2020 naik lagi menjadi 100.000 dosis.

Kabid Peternakan Kabupaten HST, Samsudin mengatakan, dalam kurun waktu sepuluh tahun ini hasil perkawinan IB telah lahir kembar sebanyak 80 ekor. “Ini sungguh mengagumkan, tidak tahu apakah ini sesuatu yang kebetulan ataukah karena dukungan teknologi IB tersebut,” katanya

Capaian operasional pelaksanaan IB di Kabupaten HST telah mencapai 50?ri target tahun berjalan. Diharapkan hingga akhir tahun 2019 tercapai 100%. “Yang lebih menarik lagi, BIB Banjarbaru saat  ini telah mampu memproduksi straw sexing untuk sapi,” katanya.

Artinya  lanjut Samsudin, BIB Banjarbaru mampu memproduksi straw/bibit yang jika disuntikkan ke rahim induk sapi, maka akan melahirkan anak sapi sesuai yang diinginkan. Jika yang diinginkan anak sapi betina, maka peternak bisa meminta kepada petugas suntik (inseminator) untuk menyuntikkan straw yang melahirkan anak betina.

Hal ini sangat membantu peternak untuk menentukan alternatif pilihannya, mungkin bagi peternak yang orientasi usahanya penggemukan, mereka mengharapkan induk sapinya melairkan anak jantan. Tapi bagi peternak yang ingin menurunkan sifat baik dari induknya tentu akan meminta suntikkan dengan straw yang akan melahirkan anak betina sebagai penerus generasinya.

Menurut Samsudin, kini teknologi Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik sudah menjadi kebutuhan peternak, khususnya bagi ternak sapi. Sebab, sapi pejantan untuk kawin secara alam sudah sangat langka, bahkan sudah tidak ada lagi.

Di Kabupaten HST ungkap Samsudin, sebagian besar atau sekitar 70% peternak sudah memanfaatkan benih/bibit/straw pejantan yang diproduksi BIB Banjarbaru. Artinya sudah memakai straw pejantan yang diproduksi daerahnya sendiri, meski sebagian kecil masih mengambil straw dari provinsi lain seperti BBIB Singosari dan BIB Lembang.

Mengapa kawin suntik menjadi kebutuhan bagi peternak? Menurut Samsudin, saat ini banyak peternak menjual sapi jantan kepada pengumpul pada umur sangat muda, berkisar 6-12 bulan untuk selanjutnya dipelihara sebagai penggemukan. Sedangkan sapi pejantan alam yang layak untuk jadi pemacek (penunggang) minimal berumur 2 tahun. Padahal sapi jantan pada umur dua tahun tersebut segera dipotong.

 

Reporter : Hairul Safii
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018