Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Flu Burung/Avian Influenza (AI) di dalam negeri, pemerintah Indonesia kini menerapkan sistem monitoring virus AI secara on line atau disebut IVM Online.
Pelaksanaan Program Influenza Virus Monitoring secara Online (IVM Online) merupakan langkah strategis untuk dapat secara mudah dan cepat memantau perkembangan sirkulasi virus AI serta mendeteksi varian-varian virus baru.
“Melalui penerapan IVM Online maka apabila terjadi mutasi virus AI bisa cepat terdeteksi, sehingga dapat dilakukan upaya segera menghasilkan vaksin yang sesuai untuk pencegahan penyebaran penyakit,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro pada acara peluncuran Program IVM Online, di Bogor, pekan lalu (21/05).
Didampingi Direktur Kesehatan Hewan, Pudjiatmoko dan FAO Representative Indonesia, Mustafa Imir, Dirjen PKH menjelaskan bahwa secara umum kejadian kasus penyakit AI di Indonesia sudah terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Meski menurun, namun di lapangan kenyataannya virus AI terus saja berevolusi/bermutasi.
Terakhir, pada 2012 di dalam negeri muncul virus AI baru dari kelompok gen (clade) yang berbeda yakni H5N1 clade 2.3.2 yang menyebabkan kematian tinggi pada ternak itik. Sedangkan sebelumnya yang banyak menyerang ayam adalah H5N1 dari clade 2.1.3.
“Dengan menerapkan sistem monitoring virus influenza yang terintegrasi maka ketika itu kami bisa bergerak cepat dan dalam waktu empat bulan sudah bisa menghasilkan vaksin yang sesuai untuk didistribusikan ke daerah-daerah tertular. Sekarang dengan sistem online tentu lebih baik lagi karena makin mudah diakses oleh banyak pihak terkait,” tegasnya.
Beranggotakan 8 Lab
Program IVM Online, menurut Syukur, terlaksana berkat kerjasama pemerintah Indonesia dengan Food Agricultural Organization (FAO)-OFFLU dan dukungan laboratorium referensi seperti Australian Animal Health Laboratory.
IVM Online pada intinya adalah sebuah sistem untuk memonitor sifat antigenik dan genetik dari virus AI khususnya HPAI pada unggas di Indonesia yang terintegrasi secara online. IVM Online didukung oleh sekitar 40 tenaga ahli anggota IVM Online yang secara rutin bertemu, bertukar informasi dan menerima pelatihan.
Sistem IVM Online berbasis web menyediakan sarana analisa antigenik dan genetik di mana hasilnya dapat ditampilkan dalam sebuah map (peta). Pengguna akan dengan mudah mengetahui posisi virus AI yang bersirkulasi di Indonesia dan melaporkannya dengan cepat dan tepat kepada para pengambil kebijakan untuk menetapkan tindakan pengendalian selanjutnya seperti penentuan jenis vaksin yang baru dan antigen untuk diagnosa.
Saat ini anggota IVM Online meliputi delapan laboratorium diagnostik (BBVET, BVET), Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH), Pusvetma dan BBLITVET. BBVet Wates dalam hal ini ditetapkan sebagai focal point pengendali kegiatan IVM Online.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto