Rabu, 12 Desember 2018


Panen Jutaan Sapi di Era UPSUS SIWAB

29 Nov 2018, 23:23 WIB

epaper tabloid Sinar Tani Edisi 3776: Panen Jutaan Sapi di Era UPSUS SIWAB

Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB) yang dilaksanakan pemerintah sejak tahun 2017 telah mendatangkan hasil memuaskan, dengan lahirnya jutaan pedet (anak sapi) melalui implementasi teknologi Inseminasi buatan.

Tak kurang Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, secara terbuka menyatakan rasa bahagianya atas segala capaian yang bisa diraih dari pelaksanaan program Upsus Siwab. Pihaknya yakin dengan kerja keras segenap pemangku kepentingan, apa-apa yang ditargetkan akan bisa dicapai.

“Dari Jawa Timur saja dalam waktu satu tahun sudah lahir 1,3 juta ekor pedet. Kalau ada lima provinsi lagi yang performanya seperti Jawa Timur, tidak perlu lagi kita diskusi soal kecukupan daging sapi dalam negeri,” kata Menteri Amran ketika menghadiri kegiatan Kontes Ternak dan Panen Pedet, di Sidoarjo, akhir Oktober lalu.

Kelahiran lebih dari dua juta pedet secara serentak, menurut Mentan merupakan satu prestasi tersendiri dan membuktikan bahwa program Upsus Siwab telah mampu menjawab keinginan pemerintah untuk bisa memacu lebih cepat peningkatan populasi sapi di tanah air. 

Tak hanya percepatan pening­katan populasi sapi, kenyataannya lewat kegiatan Upsus Siwab telah dihasilkan pedet dengan kualitas jauh lebih baik. Rata-rata bobot badan pedet hasil inseminasi buatan (IB) lebih tinggi sehingga di usia lepas sapih harga jualnya bisa mencapai Rp 8 juta per ekor.

Kalau menghitung dari data kelahiran di bulan Oktober yang mencapai lebih dari 2,3 juta ekor maka berarti dengan harga jual Rp 8 juta per ekor nilai ekonomi yang diperoleh dari kegiatan Upsus Siwab sudah sekitar Rp 17 triliun. 

“Nilai tambahnya luar biasa besar, padahal anggaran yang kami keluarkan untuk program Upsus Siwab 2017-2018 baru sekitar Rp 1,4 triliun,” tutur Mentan.

 

Lompatan Populasi 

Di acara media gathering Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), medio November lalu Dirjen PKH Kementan, I Ketut Diarmita, menyampaikan data bahwa dari tahun 2017 hingga tanggal 4 November 2018 sudah lahir sebanyak 2.385.357 ekor pedet dari indukan sapi milik peternak.

Dalam enam bulan ke depan diprediksi jumlah kelahiran pedet akan bertambah sehingga menjadi lebih dari 3,5 juta ekor. “Ini menunjukkan bahwa lompatan populasi sapi di negara kita memang sudah terjadi,” jelas I Ketut Diarmita. 

Sebagai gambaran ia menye­butkan, data statistik menunjukkan bahwa selama periode 2012-2014 rata-rata pertumbuhan populasi sapi-kerbau hanya sebesar 1,03 persen per tahun. Namun pada periode berikutnya saat Upsus Siwab mulai dilaksanakan yak­ni tahun 2015-2017 rata-rata pertumbuhan populasi sapi-kerbau meningkat menjadi 3,83 persen per tahun. 

“Kalau pada tahun 2015 total populasi sapi-kerbau masih sekitar 17,2 juta ekor maka pada tahun 2017 terdata sudah meningkat menjadi 18,5 juta ekor,” ujar Dirjen PKH.

Terkait program Upsus Siwab, total realisasi jumlah indukan yang sudah di IB (akseptor) per 4 November 2018 mencapai 7.586.932 ekor, yang berarti 108,38 persen dari yang ditargetkan. Sedangkan realisasi kebuntingan telah sebanyak 3.660.885 ekor atau 71,78 persen dari yang ditargetkan. “Tingginya capaian jumlah akseptor menandakan baiknya kinerja para inseminator kita di berbagai daerah,” ujar Dirjen PKH. 

Untuk berlangganan cetak hubungi 0813 1757 5066

 

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018